LibForAll Foundation adalah sebuah institusi

yang berusaha mewujudkan dunia yang damai

berdasarkan nilai-nilai luhur agama
di bawah bimbingan dan perlindungan
Yang Mulia KH. Abdurrahman Wahid

dan para ulama lain

 


وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ  

“Muslim sendiri bisa dan harus menyebarkan pemahaman Islam yang ‘benar,’ dan dengan cara demikian mendiskreditkan ideologi ekstremis. Namun untuk melaksanakan kewajiban ini menuntut pemahaman dan dukungan dari individu-individu, organisasi, dan pemerintahan yang berpikiran sama di seluruh dunia. Tujuan kami adalah untuk mencerahkan hati dan pikiran umat manusia, dan menawarkan visi Islam alternatif yang meyakinkan, visi yang menghalau ideologi kebencian fanatik ke dalam kegelapan tempatnya muncul.” ~ Pendiri-bersama, Pelindung dan Anggota Pengurus LibForAll, Yang Mulia Kyai Haji Abdurrahman Wahid, menulis dalam the Wall Street Journal

Pendiri-bersama LibForAll C. Holland Taylor sedang menghubungkan para pemimpin Muslim moderat “dalam sebuah jaringan mercusuar di dalam dunia Islam yang akan mempromosikan toleransi dan kebebasan berpikir dan beribadah.” ~ Associated Press

Bret Stephens, menulis dalam the Wall Street Journal, menyebut Wahid Pendiri-bersama LibForAll “Satu-satunya pemimpin religius yang paling berpengaruh di dunia Islam” dan “secara meyakinkan sekutu terpenting Barat dalam perjuangan teologis melawan radikalisme Islam.”

LibForAll sendiri merupakan sebuah model dari usaha diplomasi publik yang cakap di dunia Muslim yang seharusnya ditiru.”  ~Wall Street Journal

 

 

 

 

 

Jaringan

Rahmatan lil 'Alamin


Sorotan liputan utama media global atas LibForAll
LibForAll menjadi tuan rumah sebuah Pertemuan bersejarah di Bali, yang para pesertanya menolak bahaya-bahaya penafian Holocaus dan menegaskan toleransi sebagai “berkah bagi seluruh makhluk.” Dilaksanakan sebagai respon terhdap konferensi penafian Holocaus pada Desember ’06 di Tehran, pertemuan itu menunjukkan kemampuan Indonesia untuk memainkan sebuah peran unik dan konstruktif dalam mempromosikan toleransi antarumat beragama, dan mendiskreditkan ideologi kebencian. Liputan media global termasuk rangkaian berita pada AP, AFP dan Reuters, dan banyak artikel di lebih dari 2.000 surat kabar di seluruh dunia, dari the Wall Street Journal dan Canadian Jewish News hingga Singapore Straits Times, Australian, Le Monde dan Die Welt.


Baca reportase baru oleh the Rand Corporation, “Building Moderate Muslim Networks,”[Bangunan Jaringan Muslim Moderat] oleh Angel Rabasa, Cheryl Benard, dan lainnya. Reportase ini membenarkan strategi kontra-ekstremisme LibForAll, yang telah berlangsung sejak tahun 2003. Reportase tersebut memberikan rekomendasi-rekomendasi kongkret untuk membangun sebuah jaringan kontra-ekstremisme global, yang berawal dari wilayah di mana ada kebebasan untuk berbuat yang lebih besar dimungkinkan, seperti Indonesia, Turki, dan Eropa.
 

Kolumnis the Wall Street Journal Bret Stephens menggambarkan sahabat kunci LibForAll K. H. Abdurrahman Wahid (“The Last King of Java”) [Raja Terakhir Jawa] dan Dr. Abdul Munir Mulkhan (“The Exorcist”) [Pengusir Setan], dan karya mereka untuk mempertahankan tradisi-tradisi toleransi dan pluralisme religius Indonesia. Artikel-artikel lain dalam rangkaian tersebut melukiskan pembelaan atas kebebasan artistik oleh Presiden Wahid dan K. H. Mustofa Bisri (“Hips Don’t Lie”) [Goyang Pinggul Tidak Bohong, dan bahaya-bahaya yang ditimbulkan oleh “The Arab Invasion” [Invasi Arab].


PBS menyiarkan Perjuangan demi Jiwa Islam: Indonesia sebagai bagian dari rangkaian “America at a Crossroads.” CEO LibForAll C. Holland Taylor terlibat sebagai penasehat pada film tersebut, yang menampilkan aktivis LibForAll Ahmad Dhani dan sahabat LibForAll Yenny Wahid.

Berita Lain

 

 

Penghargaan yang diberikan oleh

KH. Abdurrahman Wahid

kepada

Prof.Dr. Abdul Munir Mulkhan

KH. Yusuf Chudlori dan

Haji Bambang

dalam konferensi

"Toleransi Antarumat Beragama:

Wujud Rahmatan lil 'Alamin" 12 Juni 2007 di Bali

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Program-program kami membantu mengeliminasi sebab-sebab yang melandasi terorisme,
dengan mendamaikan dan mengintegrasikan masyarakat-masyarakat Muslim tradisional dengan dunia kontemporer.

Lihat Prestasi program LibForAll.

“Kita tidak akan memenangkan perang melawan terorisme tanpa rekan-rekan Muslim seperti  [anggota dewan pengurus dan penasehat senior LibForAll Abdurrahman] Wahid.” ~ Boston Globe



Perhatikan bagaimana kultur pop sedang membantu menyelamatkan seluruh generasi Muslim dari para ekstremis yang berusaha mengalihkan mereka menjadi "pejuang suci" dan pembom bunuh-diri, dan mendengarkan sebuah "fatwa musikal" melawan kebencian & kekerasan religius yang menjadi hit nomor 1 di Indonesia dengan penduduk Muslim terbesar di dunia.

Saksikan "Sebuah Solusi Muslim atas Teror" ~ sebuah video yang menunjukkan bagaimana sebuah grup rock yang berani sedang mendorong jutaan penggemar di Indonesia, Singapura, dan Malaysia menyambut toleransi dan kebebasan religius. (Flash video untuk para pengguna broadband, 10.1 Mb.)

 

 



  “Pendidikan yang mengajarkan toleransi, kehormatan dan nilai setiap orang, dan hormat pada keyakinan yang berbeda adalah sebuah elemen kunci dalam strategi global manapun untuk menghapus terorisme Islam.”
~ The 9/11 Commission Report

Kontribusi Anda akan membantu anak-anak miskin dan yatim-piatu tetap bersekolah!


LibForAll Foundation bekerja sama dengan banyak orang yang mewujudkan tradisi tasawuf dan toleransi Islam, sebagaiamana juga rekan-rekan mereka dari agama lain.


Strategi kami diilhami oleh teladan kultur Jawa kuno, yang mengalahkan usaha-usaha kaum radikal untuk memusnahkannya 500 tahun yang lalu.  Dalam berbuat demikian, ia menghasilkan varian Islam paling liberal dan toleran yang pernah ditemukan di manapun di muka bumi, dan sebuah paradigma untuk mengalahkan ideologi kebencian yang melandasi dan membiakkan terorisme. 


Cahaya di atas cahaya;
Allah membimbing siapa pun yang Dia kehendaki menuju Cahaya-Nya.
~ ayat al-nur (“Ayat Cahaya”),
al-Quran, 24:35

 

 

Organisasi Nirlaba yang diakui-secara Federal

LibForAll Foundation adalah sebuah organisasi nirlaba yang diakui 501(c)(3) yang dipersembahkan untuk mempromosikan kultur kebebasan dan toleransi di seluruh dunia. Ia telah didirikan di North Carolina dan beroperasi di bawah ketentuan hukumnya dan dewan direkturnya. Sumbangan-sumbangan adalah bebas pajak hingga tingkat tertinggi yang dibenarkan oleh hukum.

 

Formasi dan Tujuan Pasca-11/9

LibForAll Foundation telah didirikan menyusul tragedi 11/9 dan serangan-serangan teroris lainnya, yang telah telah meluluh-lantakkan kehidupan dan perekonomian dari Bali hingga Karachi, Istanbul, Kairo dan Madrid.

Tujuan LibForAll adalah untuk membantu memenuhi kebutuhan perdamaian dan keamanan internasional yang dengan jelas diidentifikasi oleh Perserikatan Bangsa-bangsa, 9/11 Commission, Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa, Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan kelompok-kelompok internasional lainnya, dan dijelaskan dalam bagian latar belakang website ini.

Misi dan tujuan LibForAll adalah untuk membantu, berdasarkan negeri-demi-negeri, mayoritas terbesar Muslim yang cinta-damai dan moderat dalam usaha mereka menolak para ekstremis religius, yang sedang memaksakan versi Islam mereka yang tidak toleran kepada kultur-kultur lokal, pribumi di seluruh dunia Muslim.

Kami adalah organisasi non-pemerintah yang diposisikan secara unik, dengan pengalaman, keahlian, kesadaran kultural dan hubungan mapan yang penting untuk menggerakkan waktu dan sumber daya, agar bisa mempengaruhi sikap-sikap di dalam dunia Muslim dalam suatu cara yang langsung dan tak langsung. Kami sedang melaksanakan serangkaian beragam program, didesain untuk memfokuskan sumber-sumber donor tempat semuanya akan memberi hasil yang sangat produktif.

 

Keberhasilan Tergantung pada Kontribusi

Proyek-proyek LibForAll yang berlangsung—yang bisa dipandang pada halaman-halaman program website ini—ukuran dan lingkup geografiknya akan meluas, saat dana tersedia.

Semua individu dan institusi yang tertarik pada kultur kebebasan dan toleransi punya kesempatan dalam usaha ini. Karena jika kita tidak menyadari, mendorong, dan mendukung Muslim moderat dan progresif, masa depan Islam bisa sangat ditentukan oleh suatu kelompok minoritas terroris yang kecil namun bersemangat dan para sekutunya, yang bergairah untuk mengenyahkan lawan-lawan mereka dalam era proliferasi nuklir ini.

Bahkan sumbangan-sumbangan yang tak seberapa pada tujuan ini akan membantu secara signifikan, saat dana Anda bergerak di dunia berkembang. Sepuluh dolar sebulan akan memastikan anak miskin menerima sebuah pendidikan yang didasarkan pada prinsip-prinsip "toleransi, kehormatan dan nilai setiap individu," sementara $25 akan menempatkan lebih dari selusin buku yang mempromosikan nilai kebebasan dan toleransi di banyak pondok pesantren dan perpustakaan.

Printer Friendly Version of This Page