Manajemen
Dewan pengurus dan manajemen LibForAll Foundation terdiri dari
orang-orang yang akrab yang pengalaman hidup, latihan, dan gairahnya
telah menempa mereka untuk memainkan sebuah peran penting dalam
mewujudkan misi LibForAll.
Ketua & CEO:
C.
Holland Taylor
belajar di the University
of North Carolina-Chapel Hill dan Princeton University; telah
belajar di Berlin, Jerman; dan juga telah berhubungan dengan dunia Muslim
hampir selama empat dekade lebih—telah menghabiskan waktu yang lama di
Timur Tengah dan Indonesia.
Dalam usia 26 tahun, Taylor telah menulis-bersama dua buku (The Prosperity
Handbook dan A Christian Guide to Prosperity) yang
menyajikan kasus untuk kebebasan ekonomi dan reformasi politik
kepada pembaca luas. Didukung oleh the American Economic Council, The Heritage
Foundation, the Manhattan Institute, the Foundation for Economic
Education dan lebih dari 40 anggota Kongres dan Senat AS.., The Prosperity
Handbook dan volume pasangannya menjadi bestsellers
di AS.. (sample endorsements).
Sejak tahun 1993-98, Taylor bekerja sebagai presiden
pertama, kemudian CEO USA
Global Link, sebuah perusahaan telekomunikasi internasional
terkemuka yang dia bantu pembangunannya dari nol, dengan para
perwakilan penjualan dan/atau pelanggan di lebih 100 negara di
seluruh dunia, termasuk Dupont, IBM,
Baker & McKenzie,
Bechtel, Dun & Bradstreet, Eli Lilly, Colgate-Palmolive, Del
Monte, Kimberly Clark, Hyatt, Lehman Brothers, Levi Strauss, Nike,
Procter & Gamble, Unisys, Arthur Anderson, the Rockefeller
Foundation, Lloyds Bank, The National Bank of Canada, Air France,
Airbus Industrie,
Banque Rothschild, Banque National de Paris, Credit Lyonnais, Interpol,
Medecins Sans Frontieres, GEC Alstom, Hoechst, Sandoz, Commerzbank,
ING Bank, Siemens, Daewoo, Fuji, Kobe Steel, Mitsubishi, Mitsui,
Seiko, CARE International, Perserikatan Bangsa-bangsa dan
Pemerintah Amerika Serikat.
Taylor telah dipuji oleh sejumlah publikasi bisnis dan industri
telkom terkemuka sebagai salah seorang katalis esensial
dalam deregulasi industri telekomunikasi global. Dalam kerjanya di USA Global Link, Taylor
menggunakan pengetahuannya tentang ekonomi dan politik untuk
membangun sebuah bisnis yang sukses dengan memperkenalkan kompetisi
ke pasar-pasar yang sebelumnya bersifat monopolistik; membebaskan
para pelanggan dari ketergantungan mereka pada penyedia layanan
tunggal dan mahal serta tidak efisien; mengarahkan sebuah aturan
lingkungan yang tidak bersahabat (navigating a hostile regulatory environment); secara efektif
berhubungan dengan banyak pemerintahan di seluruh dunia, yang secara
umum mempunyai monopoli yang diruntuhkan oleh USA Global Link;
mengendalikan kekuatan media massa untuk mempromosikan kepentingan
perusahaannya; membangun aliansi bisnis yang kuat (termasuk
sebuah hubungan 'penyedia tunggal' dengan the World
Trade Centers Association, yang mewakili 283 World Trade Centers
di 86 negara dengan lebih dari 400,000 anggota), dan secara dramatis
menurunkan biaya layanan telekomunikasi kepada para pelanggan di
seluruh dunia.
Taylor telah bekerja sebagai Wakil Ketua the European Competitive
Telecommunications Association (ECTA);
telah terpilih berulang kali pada dewan direktur Telecommunications
Resellers
Association (TRA) yang berkedudukan di AS. (sekarang dikenal sebagai
CompTel/ASCENT)
oleh hampir 400 anggota the TRA; dan bekerja sebagai penasehat pada
Departemen Luar Negeri AS..,
dan pada Sekretaris-Umum the International
Telecommunication Union, mengenai masalah-masalah liberalisasi
telkom global.
Dalam perannya sebagai penulis dan pengusaha, Taylor
telah muncul pada sejumlah program televisi dan radio AS.. dan
internasional,
dan menjadi tokoh yang mendapat liputan luas termasuk the
Wall Street Journal, New York Times, LA Times, Barron's, Financial
Times,
USA Today, Christian Science Monitor, Business Week, AP, UPI, Reuters,
Communications Week International, tele.com, Internet Week,
Der Spiegel, Stern, Nikkei, Telecomunicaciones Latinoamerica,
dan sejumlah publikasi nasional dan internasional lain.
Menyusul keberhentiannya dari industri telkom pada
tahun 1998,
Taylor mencari pengetahuan yang mendalam tentang kultur Jawa, yang
diilhami oleh sintesisnya yang unik atas pluralisme, toleransi, dan
keragaman religius. Buntut dari kejadian 11/9, hal ini membawa pada
pendirian LibForAll Foundation, dan programnya untuk memperkuat
Muslim moderat dan progresif dalam usaha mereka memperjuangkan
kultur kebebasan dan toleransi, sambil pada saat yang sama
melestarikan nilai-nilai lokal yang positif, kultur pribumi di
seluruh dunia Muslim.
Taylor juga penulis The Mystics, sebuah novel
historis yang telah terbit baru-baru ini yang menuturkan cerita Senopati ing Alogo,
seorang tokoh heroik yang mengalahkan usaha-usaha Muslim radikal
untuk memusnahkan kultur pribuminya, 500 tahun yang lalu. Dengan
cerita demikian, novel tersebut mengungkapkan betapa toleran,
Muslim Jawa yang
cenderung-mistik telah menang dalam konflik militer dan ideologi
melawan generasi para ekstremis militan yang lebih awal, yang sama seperti Osama bin Laden dan al-Qaeda.
Taylor fasih berbahasa Inggris, Jerman, dan Indonesia.
Wakil Presiden:
Ravi Krishnamurthy
lahir di Chennai, India. Dia meraih gelar Bachelor dalam
Electronics and Communication, dan gelar Ph. D dalam bidang Electrical Engineering
dari Institute of Technology (IIT Madras) India yang bergengsi. Dia
memastikan ranking ke-32 dari 80,000 pelamar dari seluruh India
dalam kompetisi yang sangat ketat.
Seorang pengusaha
sukses yang sekarang tinggal di AS.., Dr. Krishnamurthy
anggota-pendiri perusahaan piranti-lunak (software) Enlite Networks,
yang mengembangkan kolaborasi desain piranti-lunak dan elektronik,
dan akhirnya dijual kepada industri terkemuka CollabNet. Pengalaman bisnisnya termasuk penetrasi pasar-pasar baru; mengatur
adopsi solusi-solusi visioner;
mendesain teknologi baru dan kompleks; dan mengelola beragam proyek
pengembangan teknologi. Dia telah berhasil dalam menciptakan
rencana-rencana yang efektif, memotivasi para pekerja dan
melaksanakan banyak program untuk meraih tujuan yang diharapkan. Dr. Krishnamurty
punya pemahaman yang mendalam tentang esensi Islam.
Dr. Krishnamurthy
mengendalikan semua program yang dilaksanakan oleh LibForAll Foundation,
mengelola hubungan-hubungan dengan para mitra dan menyajikan
rincian-rincian kegiatan LibForAll dalam banyak konferensi dan
forum-forum
publik lain. Dia fasih berbahasa Inggris dan Tamil serta membaca/menulis
bahasa Hindi dengan fasih.
Direktur
Keuangan & Program, Asia Tenggara: Sonia Sri Suryani
meraih gelar bachelor dalam bidang Pendidikan Bahasa Inggris
dari Universitas Taman
Siswa Yogyakarta. Anggota sebuah keluarga pengusaha yang sukses di Jawa Tengah, Nia, demikian ia biasa
dipanggil, punya pengalaman dalam beragam bidang, termasuk manajemen
tunggal yang bertanggung jawab atas sebuah perusahaan transportasi
selama bertahun-tahun. Dalam menjalankan usaha ini, Nia telah
mengantongi pengalaman yang luas dalam berhubungan dengan pemerintah
dan birokrasi Indonesia setempat—mengendalikan pengaruh situasi
keamanan yang tidak stabil,
pada bisnis-bisnis yang telah dia jalankan.
Nia berbahasa Jawa, Indonesia, Malaysia, dan Inggris.
Direktur
Publikasi: Ahmad Gaus AF.
Pemimpin
Editor di Paramadina Press sejak 1999-2005, Gaus adalah alumni
Jurusan Komunikasi pada Institut Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik (IISIP/Institute for Social and Political Science) di
Jakarta. Dia belajar agama di Pondok Pesantren (Islamic
boarding school) Daar el-Qolam di bawah asuhan Dr. Kyai Haji
Ahmad Rifai Arief. Sementara di kampus, Gaus adalah anggota Gerakan
Mahasiswa Nasional Indonesia, dan santri kalong pada sejumlah
pesantren yang berhubungan dengan Nahdlatul
Ulama yang moderat. Pada tahun 1998, bersama sejumlah intelektual
dan aktivis, Gaus mendirikan the Indonesian Institute for Civil Society (INCIS),
sebuah LSM yang mempromosikan penegakan dan penguatan dalam bidang
sosial politik. Dia adalah Manajer Program INCIS dalam sebuah studi “konflik
etnik,” yang dilaksanakan bekerjasama dengan LP3ES-OTI. Dia juga
mitra peneliti di P3M di bawah Kyai Haji Masdar Farid Mas’udi.
Artikel,
kolom, featur, dan book-review Gaus telah diterbitkan dalam
berbagai
surat kabar dan majalah terkemuka Indonesia, termasuk:
Kompas, Media Indonesia, Republika, Suara Karya, Majalah Gatra,
MATRA, GAMMA, Panjimas, Petra, dan Kultur, di antara beberapa.
Dia adalah anggota-penulis Fikih Lintas Agama (Interreligious
Jurisprudence: Paramadina, 2003), dan telah mengedit sejumlah
antologi oleh tokoh terkemuka Muslim progresif Indonesia almarhum Nurcholish Madjid,
yang mendirikan Yayasan Wakaf Paramadina dan Universitas Paramadina
di Jakarta. Antologi ini termasuk Atas Nama Pengalaman: Beragama dan Berbangsa di Masa Transisi (In
the Name of Experience: Practicing Religion and Nationhood in a Time
of Transition; Paramadina, 2002), Dialog Ramadlan Bersama Cak
Nur (Ramadan Dialog with Cak Nur; Paramadina, 2000),
Kaki Langit Peradaban Islam (Horizons of Islamic Culture;
Paramadina, 1997), Masyarakat Religius (Religious Society;
Paramadina, 1997). Bersama Profesor Komaruddin Hidayat, Gaus
mengedit Passing Over: Melintasi Batas Agama (Passing Over:
Crossing the Boundaries of Religion; Gramedia-Paramadina,
1998). Dia juga telah menyumbangkan ratusan entri pada
Ensiklopedi Islam untuk Pelajar (Islamic Encyclopedia for
Students; Jakarta, PT Ichtiar Baru van Hoeve, 2002)
Gaus
sekarang bekerja sebagai Direktur Publikasi Libforall Foundation,
dia bertanggung jawab untuk menerjemahkan karya terbaik Muslim
progresif Indonesia ke dalam bahasa Arab dan Inggris. Dia berbahasa Indonesia,
Malaysia, Sunda dan Inggris, akrab dengan bahasa Arab.
Direktur Program Indonesia:
Hodri Ariev mengkoordinasi pengembangan think tank
LibForAll Foundation, Nur al-Hikmah Society, di Indonesia, dan
memimpin sejumlah program seperti Program TV/Video Jaringan Rahmatan
lil-‘Alamin.
Hodri lahir di Jember, Jawa Timur dan berasal
dari pesantren di lingkungan Nahdlatul Ulama. Hodri menyelesaikan
pendidikan sarjananya dalam bidang Hukum Islam (Shari‘ah) di Sekolah
Tinggi Ilmu Syari‘ah (STIS) Annuqayah di Madura, Jawa TImur, lulus dengan
predikat amat memuaskan sebagai wisudawan terbaik, dan program
strata dua dalam bidang Filsafat Islam dan Tasawuf di Universitas
Islam Ngeri Syarif Hidayatullah Jakarta yang bergengsi. Bidang
akademik yang ditekuninya termasuk Hukum Islam, Filsafat, Tasawuf,
dan Tafsir al-Qur‘an.
Hodri telah mengabdi sebagai Pelaksana Tugas (Plt.)
Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Keislaman (STIK) Annuqayah, menangani proses
pengembangan dan suksesi di kampus tempatnya memperoleh gelar
sarjana strata satu. Dia juga merupakan penasehat bidang akademik
dan pengembangan institusi pada Pesantren al-Falah dan Bahrul Ulum,
di Karangharjo, Silo, Jember, Jawa Timur. Dia membimbing materi
kuliah Studi Naskah Bahasa Arab dan Bahasa Inggris di STIK Annuqayah.
Hodri telah menulis sejumlah book-review,
essay dan artikel yang telah diterbitkan di beberapa surat kabar dan
majalah terkemuka. Dia juga menerjemahkan buku-buku dari bahasa
Inggris dan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia, termasuk Kitâb
Kunh Mâ Lâ Budda li al-Murîd Minhu karya
Muhyiddin ibn ‘Arabi,
Tadbîrât al-Ilâhiyyah fî Islâh al-Mamlakah al-Insâniyyah
karya Muhyiddin ibn ‘Arabi, Divine Flashes karya Fakhruddin
‘Iraqi, The Way of Love karya Nigel Watt, The Clash of
Fundamentalists karya Tariq Ali dan Two Faces of Islam
karya Stephen Schwartz.
Hodri berbicara bahasa Indonesia dan Inggris,
dan akrab dengan bahasa Arab.
Printer Friendly Version of This Page