Setelah pulang dari sebuah peperangan besar, mempertahankan umat
Islam yang kecil melawan musuh yang kuat yang berusaha
membinasakannya, Nabi saw. bersabda: "Kita baru saja pulang
dari perang suci kecil (jihad asghar) menuju perang suci
yang lebih besar (jihad akbar)." Ketika ditanya apa yang beliau maksudkan
dengan perang yang lebih besar, Nabi saw. menjawab, "Perjuangan
melawan hawa nafsu (nafs)."
~ Hadith (sabda Nabi Muhammad saw.)
“Islam bagaikan belantara. Ketika dilihat dari jauh, ia tampak menjadi satu
entitas saja,
tapi ketika dihampiri lebih dekat, keragaman pohon-pohonnya
menjadi jelas. Fundamentalisme hanyalah sebatang dari
banyak 'pohon' Islam, dan bukan Islam itu sendiri.”
~
Abdurrahman Wahid, teolog Islam terkemuka dan presiden pertama Indonesia yang terpilih
secara demokratis
“Kultur yang kuat mebiarkan keragaman; kultur yang
kuat membiarkan kebebasan berpikir,
penyimpangan dari kerangka-utama. Ketika Periode Abbasiyah [750-1258
M] berada di puncak keemasannya, ia menjadi kultur yang
percaya-diri.
Ketika ada keyakinan seperti ini, kau punya ruang dan
kebebasan.
Kurangnya rasa percaya-diri akan membawa pada titik
terendah kultur,
dari semua aspek – hak-hak asasi manusia, hak-hak wanita. Dalam
kekaisaran Arab,
ada lebih banyak kebebasan dibandingkan dunia Arab sekarang.”