Perjuangan Demi Jiwa Islam


Sebuah perjuangan yang sungguh-sungguh tengah dimainkan di dalam dunia Muslim, antara para fundamentalis dan Muslim moderat yang tidak menyepakati agenda-agenda para fundamentalis.

Jihad teroristik Osama bin Laden melawan Barat adalah sebuah pembacaan atas Islam, tapi ia bukanlah esensi Islam yang abadi.

Kata jihad bermakna  “usaha,” atau “perjuangan.”

Dalam pengertiannya yang lebih sempit, ia merujuk pada perang suci untuk mempertahankan iman melawan serangan musuh Islam yang bersenjata.

Tapi hampir di seluruh dunia Muslim, “jihad yang lebih besar” lazim dipahami berupa perjuangan melawan sifat rendah dan hawa nafsu, yang tegak sebagai pemisah antara jiwa individual dan Tuhan.

Pemahaman spiritual Islam ini terdapat dalam inti ajaran Tasawuf, atau Islam mistik, dan ajaran Islam tradisional sendiri.

Setelah pulang dari sebuah peperangan besar, mempertahankan umat Islam yang kecil melawan musuh yang kuat yang berusaha membinasakannya, Nabi saw. bersabda: "Kita baru saja pulang dari perang suci kecil (jihad asghar) menuju perang suci yang lebih besar (jihad akbar)." Ketika ditanya apa yang beliau maksudkan dengan perang yang lebih besar, Nabi saw. menjawab, "Perjuangan melawan hawa nafsu (nafs)."

~ Hadith (sabda Nabi Muhammad saw.)

“Islam bagaikan belantara. Ketika dilihat dari jauh, ia tampak menjadi satu entitas saja, tapi ketika dihampiri lebih dekat, keragaman pohon-pohonnya menjadi jelas.  Fundamentalisme hanyalah sebatang dari banyak 'pohon' Islam, dan bukan Islam itu sendiri.”

                                ~ Abdurrahman Wahid, teolog Islam terkemuka dan presiden pertama Indonesia yang terpilih secara demokratis

“Kultur yang kuat mebiarkan keragaman; kultur yang kuat membiarkan kebebasan berpikir, penyimpangan dari kerangka-utama. Ketika Periode Abbasiyah [750-1258 M] berada di puncak keemasannya, ia menjadi kultur yang percaya-diri. Ketika ada keyakinan seperti ini, kau punya ruang dan kebebasan. Kurangnya rasa percaya-diri akan membawa pada titik terendah kultur, dari semua aspek – hak-hak asasi manusia, hak-hak wanita. Dalam kekaisaran Arab, ada lebih banyak kebebasan dibandingkan dunia Arab sekarang.”

~ Salman Masalha, intelektual dan sastrawan Arab Israel

 
 
Libforall Foundation membantu memperkuat dan menyuarakan para pejuang kebebasan dan toleransi lokal dalam perjuangan mereka melawan para ekstremis fanatik, di seluruh dunia Muslim.[]