Ancaman Teroris
Saran Tindakan Cepat, Panel Mengingatkan Kemungkinan
Serangan Mematikan
“Ketua komisi [11/9], Thomas H. Kean… mengatakan sebuah serangan “bahkan
yang lebih dahsyat” daripada serangan yang di dalamnya para teroris
membajak pesawat terbang menghancurkan gedung
the World Trade Center, sebuah lubang ledakan di Pentagon dan membunuh
sekitar 3.000 orang adalah “mungkin—bahkan sangat mungkin.
Kita tidak punya waktu yang memadai, kata Kean dalam sebuah briefing
berita yang menyertai peluncuran buku laporan yang sangat tebal,
hasil dari berbulan-bulan penyelidikan dan perenungan-diri yang
menyedihkan dari beberapa unit pemerintahan….
“Wakil ketua komisi, mantan anggota Kongres Lee H. Hamilton,
mengatakan tindakan militer dan peningkatan keamanan tidak akan
cukup.
Dia mengatakan Amerika Serikat harus mempromosikan sebuah "agenda
peluang" di negara-negara miskin,
dan mengikuti “perang ide-ide,” agar wilayah mereka tidak menjadi
inkubator para teoris yang akan datang.”
~ New York Times
“Saya yakin bahwa untuk sesaat dunia tetap buta pada
totalitarianisme terbesar abad kedua puluh satu, yakni
fundamentalisme Islam.
Sekarang kita harus menyiapkan diri dengan serius untuk menghadapi
bahaya ini. Menurut saya, totalitrianisme ini tanpa bayang-bayang
keraguan apa pun bisa dibandingkan dengan Stalinisme dan Nazisme,
sumber terbesar petaka abad kedua puluh satu.”
~ Pilar Rahola, feminis Spanyol dan mantan anggota
parlemen
“Pada 11 September 2001, para teroris meninggalkan bekas pembunuhannya di negeri saya dan merenggut nyawa 67 warga negara
Inggris. Dengan berlalunya waktu, adalah hasrat alamiah manusia
untuk mengakhiri hidup yang pendek dan meninggalkan hari itu di
belakang kita seolah-olah baru sadar dari mimpi buruk. Harapan bahwa
bahaya telah berlalu tampak menyenangkan, bisa dimengerti dan itu
palsu. Serangan-serangan berikutnya di Bali, Jakarta, Casablanca, Bombay, Mombasa, Najaf, Jerusalem,
Riyadh,
Baghdad dan Istanbul bukanlah mimpi. Semua merupakan bagian dari serangan
global oleh jaringan teroris untuk mengintimidasi dan menciutkan
nyali siapa pun yang melawan mereka. Target para teroris ini adalah orang-orang
tak berdosa dan mereka membunuh ribuan. Dan mereka akan, jika mereka
memperoleh senjata yang mereka cari, membunuh jutaan dan tidak akan
berhenti.”
~ George W. Bush di London, 19 November 2003
“Sekarang kita terlibat dalam sebuah perang dunia demi peradaban
dan visinya atas sebuah masyarakat yang adil dan damai. Nilai-nilai
kita akan menanggung perjuangan kali ini dan tentu disegarkan oleh
kesulitan, atau seperti peradaban-peradaban besar di masa lalu kita
akan melakukan kesalahan di depan barbarisme dan kehilangan semua
prestasi yang telah kita capai.”
~ Victor Davis Hanson, anggota senior pada the Hoover Institution
“….kita telah mencapai sebuah ujung, saya pikir, di mana
orang-orang harus sepakat…
tentang watak ancaman, atau tidak sepakat. Ancaman itu adalah
suburnya pengetahuan teknis tentang senjata-senjata pemusnah massal,
dan eksistensi orang-orang yang ingin menggunakan
teknologi-teknologi ini melawan penduduk sipil yang sangat besar
atau seluruh bangsa..
Itulah, ringkasnya,
terorisme.
“Bagi mereka di antara kita yang sepakat tentang watak ancaman itu,
saya pikir waktunya telah tiba untuk menyadari, dalam suatu cara
yang formal, bahwa kita telah memasuki suatu periode sejarah yang
sama dengan Perang Dingin—dan bahwa kita sekarang membutuhkan
institusi-institusi Perang Dingin untuk memenangkan perang melawan
teror.
“Kita tidak menginginkan pembunuhan massal berikutnya di
London, dan minggu berikutnya di New York, Madrid atau Sydney untuk
memahami ancaman ini akan berulang selama bertahun-tahun hingga ia
dikalahkan… Sebuah perjuangan besar sedang berlangsung, dan ia akan
membutuhkan struktur-struktur di luar pemerintahan untuk
memenangkannya… [karena] ini merupakan sebuah perang yang di
dalamnya ide-ide berjuang bahu-membahu dengan tentara.”
~ Daniel Henninger, Wall Street Journal
Sebuah Hiroshima Amerika Sangat Mungkin
“Jika 10-kilo ton senjata nuklir, bahkan separoh lebih
kecil dari bom yang telah menghancurkan Hiroshima, meledak di Times
Square New York,
bola api akan meluluh-lantakkan atau menghancurkan daerah
teater,
Madison
Square Garden, the Empire State Building, Grand Central Terminal
dan Carnegie Hall (di sampingku dan gedungku).
“Ledakan sebagian akan menghancurkan area yang jauh lebih luas, termasuk Pererikatan Bangsa-bangsa. Setiap hari sekitar 500.000
orang akan terbunuh.
“Akankah ini terjadi?
“Sialnya, akan - dan beberapa ahli yakin bahwa serangan seperti itu,
di mana pun, mungkin. The Aspen Strategy Group, sebuah tim gabungan para ahli kebijakan dari dua partai, yang fokus
pada resiko terorisme nuklir dalam pertemuan tahunannya di sini
pekan lalu, mencapai dua kesepakatan: Bahaya terorisme nuklir jauh
lebih besar daripada keyakinan publik,
dan pemerintah AS. nyaris tidak melakukan upaya yang memadai untuk
mengatasinya.…
“William
Perry, mantan menteri pertahanan, mengatakan bahkan ada kesempatan
serangan teror nuklir dalam dekade ini - yakni, dalam enam tahun
yang akan datang. ‘Kita sedang berpacu menuju petaka yang belum
prenah terjadi sebelumnya,’
ingat Perry. ‘Ini bisa dicegah, tapi kita tidak melakukan apa pun
yang bisa mencegahnya.’”
~ Nicholas Kristof, New York Times
"Lestarinya kebebasan di negeri kita semakin tergantung pada
berhasilnya kebebasan di negara lain. Jadi merupakan kebijakan
Amerika Serikat untuk berusaha dan mendukung tumbuhnya
gerakan-gerakan dan institusi-institusi demokratis di setiap bangsa
dan kultur, dengan tujuan akhir mengakhiri tirani di dunia kita."
~ George W. Bush, Pidato resmi kedua
“Bahan-bahan peledak yang dulu sulit didapat kini
sangatlah mudah. Tata-cara pengetahuan esoterik disampaikan di
banyak Web site.
Kita tidak bisa memerangi penyimpangan pengetahuan, tapi kita bisa menghentikan penyimpangan materi-meteri mematikan.
Kesalahan-kesalahan atas Iraq jangan sampai mengaburkan realitas bahwa para teroris sedang mencari senjata-senjata kimia, biologi,
dan nuklir,
dan tidak akan ragu menggunakannya. Kontra-proliferasi—dengan
menggunakan suap, sanksi dan bahkan, pada saatnya, kekuatan militer—perlu
ditingkatkan ke pusat kebijakan asing.
“Apa yang mengarahkan terorisme, bagaimanapun, tidaklah mudah
dimengerti tapi ada motif yang kuat. Islam militan, politis telah
mencuci-otak ribuan pemuda Muslim di seluruh dunia yang yakin bahwa
merupakan kewajiban untuk berjuang melawan dunia modern. Ideologi
kebencian ini telah tumbuh saat para penguasa "moderat" Timur Tengah
dukungan-Barat dengan mengenaskan telah gagal memberi kesempatan
ekonomi atau kebebasan politik kepada rakyatnya…
“Kasus-kasus Saudi dan Pakistan menunjukkan bahwa begitu Anda
membiarkan ideologi-ideologi radikal, mereka menjadi tak terkontrol,
bahkan oleh negara-negara yang mengendalikannya. Itulah mengapa
satu-satunya cara memerangi teror global baru ini adalah dengan
memerangi ideologi yang melahirkannya di mana pun. Jadi perang
melawan teror adalah benar-benar sebuah perang gagasan. Dan saya
tidak yakin kita akan memenangkannya.”
~ Farid Zacharia, Newsweek Magazine
“…kecuali jika kita bermitra dengan
orang-orang Arab dan Muslim untuk mengubah konteks mereka, kecuali
jika kita membantu menciptakan ruang yang bebas untuk sebuah perang
gagasan yang akan memungkinkan sebuah diskusi baru di semua area,
kita hanya sedang minta peristiwa 11/9 lain.”[]
~ Thomas Friedman, New York Times
Printer Friendly Version of This Page