Pengalaman-pengalaman spiritual yang luar biasa bisa
menyediakan dasar bersama bagi mereka dari keyakinan yang berbeda,
membangkitkan saling pemahaman dan toleransi,
sebagai buah cinta Ilahi.
|
Tapi buah Jiwa adalah cinta,
kebahagiaan, kedamiaan, kesabaran, kelembutan, kebaikan,
keyakinan, kebajikan, [dan] pengendalian-diri.
~ Galatians 5:22-23
|
Janganlah jadi hakim
kedamaian, tapi jiwa kedamaian.
| ~ |
St. Teresa dari Lisieux
(1873-1897; French Carmelite nun, canonized in 1925;
‘the Little Flower’) |
|

|
Sang bijak tak punya diri untuk
memanggil dirinya;
Dia membuat diri orang lain menjadi dirinya.
Pada yang baik aku bertindak dengan kebaikan;
Pada yang buruk aku juga bertindak dengan kebaikan;
Maka kebaikan tercapai.
Pada yang beriman aku bertindak dengan iman;
Pada yang tak beriman aku juga bertindak dengan iman;
Maka iman tercapai.
| ~ |
Tao Te Ching, XLIX (Kitab
Suci Tao, diwariskan pada dunia oleh Lao-tse, +.
604-531 SM., Hakim agung Cina dan pendiri Taoism) |
|
Dia yang tidak cinta tidak mengenal
Allah; karena Allah adalah cinta…. Dia yang berdiam di dalam
cinta berdiam di dalam Allah, dan Allah berdiam di dalamnya.
~ 1 Yahya 5:8, 16
|
Kristus adalah semua, dan dalam semua.
~ Colossians 3:11
|
Karenanya ada satu agama tunggal dan sebuah
kredo tunggal untuk semua makhluk yang diberkati dengan
pemahaman, dan agama ini dipahami berada di balik semua
keragaman ritual.
| ~ |
Nicholas dari Cusa (1401-64;
kardinal and bishop Brixen di Tyrol, dan filosof dalam
bidang kebijaksanaan Kristen) |
|
Kitab Vedantanya sama seperti tasawuf kita.
| ~ |
Jahangir, menyebut gurunya
yang beragama Hindu, Jadrup (1569-1627; Kaisar Moghul
di Hindustan) |
|
Semua adalah Satu.
| ~ |
Xenophanes (Abad ke-6 SM.;
Filosof Yunani dan dianggap pendiri Mazhab Eleatic) |
|

|
Telahkah dikau katakan padaku bahwa dia yang tidak punya
sakramen Tuhan tidak bisa diselamatkan? Aku katakan kepadamu
bahwa dia yang punya keutamaan sakramen Tuhan tidak bisa musnah.
Yang manakah yang lebih besar, sakramen atau keutamaan sakramen -
air atau iman?
Apakah kau akan mengatakan dengan sebenarnya, jawab, 'iman'.
| ~ |
Hugh Saint-Victor (1096?-1141;
b. Saxony; teolog, mistikus besar abad pertengahan, dan
pendiri Skolastisisme) |
|
Jika 'yang lain' dan 'yang lain-lain' berada di hadapan
matamu,
maka mesjid tak lebih baik
daripada mihrab Kristen;
Namun ketika jubah 'yang lain' dilepas olehmu,
mihrab menjadi mesjid.
| ~ |
Shabistari (w. 1320; salah seorang Sufi
sastrawan agung Persia ) |
|
|
|
Pada awalnya adalah Kata, dan Kata ada bersama
Tuhan,
dan Kata adalah Tuhan. Dia ada pada awalnya bersama Tuhan;
semua diciptakan melaluinya, dan tanpanya tiada apa pun yang
telah dicipta akan dicipta. Padanyalah hidup, dan hidup adalah
cahaya manusia. Cahaya bersinar dalam kegelapan, dan kegelapan
tidak menghasilkannya.
~ Yahya 1:1-2
|
Dia adalah Kata yang terhadapnya seluruh ras manusia
ambil bagian.
| ~ |
St. Justin (100?-165?; Martir;
Bapak Gereja yang mengajarkan doktrin Platonik dan
membuka sekolah Kristen pertama di Roma) |
|
Sebuah Kata telah mengatakan Bapak, Sang Kata adalah
Anak-Nya, dan Kata ini pernah Dia katakan dalam kebisuan abadi,
dan dalam kebisuan ia pasti didengar oleh jiwa.
| ~ |
St. John of the Cross (1542-1591;
tokoh terkemuka dalam mistisisme Spanyol, doktor teologi
mistik) |
|
Diamlah dan ketahuilah bahwa Akulah Tuhan.
~ Zabur 46:10
|
Untuk Tuhanku semata jiwaku menunggu dalam bisu, karena
harapanku adalah dari-Nya.
~ Zabur 62:5
|
Dikau jaga dia dalam kedamiaan sempurna, yang pikirannya
diam padamu, karena dia beriman padamu.
~ Isaiah 26:3.
|
|
Kedamaian aku tinggalkan bersamamu; kedamaianku aku berikan
kepadamu; tak laksana dunia aku berikan kepadamu.
~ Yahya 14:27
|
Sebelum Ibrahim ada, aku ada.
~ Yahya 8:58
|
Ditanya oleh Kaum Yahudi kuno kapan kerajaan Tuhan tiba, dia
menjawab, 'Kerajaan Tuhan tidak tiba dengan tanda-tanda untuk
diselidiki; tidak pula mereka akan berkata, 'Duhai, disinilah ia!'
atau 'Di sana!' karena sungguh, kerajaan Tuhan ada dalam dirimu"
~ Luke 17:20-21
|
Jangan berpikir kamu sedang berjalan di antara kaum kafir.
Muslim meraih keselamatan. Jalan Tuhan tidaklah terbatas.
| ~ |
Pope Pius XI, kepada utusannya
ke Libya |
|

|
Biarlah dia yang ingin melihat Tuhan menyeka cerminnya
dan membersihkan hatinya..
| ~ |
Richard of Saint-Victor (w.
1173; Skotlandia; filosof mistik dan salah seorang
teolog skolastik terkemuka) |
|
Kau tidak akan pernah mengenal dirimu sendiri hingga kau
mengenal lebih dari sekedar tubuhmu semata.
Citra Tuhan tidak berdiam dalam ciri-ciri wajahmu,
tapi dalam ciri-ciri khas jiwamu.
| ~ |
Thomas Traherne (1637?-1674;
sastrawan kontemplatif, penulis religius, pendeta
Inggris) |
|
Kenalilah dirimu.
~ Itulisan pada Apollo di Delphi
|
Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda, 'Dia yang
mengenal dirinya sungguh mengenal Tuhannya.'
Tradisi yang dihubungkan kepada Nabi Muhammad saw. (570-632)
|
Pertama sekali manusia harus mengenal jiwanya sebelum dia
bisa mengenal Tuhannya; karena pengetahuannya atas Tuhannya
adalah laksana buah dari pengetahuannya atas dirinya.
| ~ |
Ibn Arabi (1165-1240; dari
Murcia, Spanyol; dikenal kutub metafisika Sufi, dikenal
sebagai ‘Syeikh al-Akbar’) |
|
Tak seorang pun bisa diselamatkan tanpa mengenal
dirinya.
| ~ |
St. Bernard (1091-1153;
Doktor Gereja Prancis, dikenal sebagai ‘Thaumaturgus of the West’;
pendiri monasteri Cistercian dari Clairvaux) |
|

|
Dia yang melihat dengan pencerahan
Melihat Tuhan pertama dalam segalanya.
| ~ |
Shabistari (w. 1320; salah
seorang Sufi sastrawan terbesar Persia) |
|
Karena itu semua urusan kita dalam hidup ini adalah
mengembalikan kesehatan mata hati yang melaluinya Allah bisa
dilihat.
| ~ |
St. Augustine (354-430; Bapak
Gereja dan Doktor; filosof dan teologi terkenal;
bisop dari Hippo) |
|
|
|
Kini apa yang adalah satu menurut pengertian
harfiah, bagaimanapun adalah tiga menurut pengertian mistik dan
spiritual.
Karena dalam semua buku Suci tambahan pada makna harfiah,
yang kata-kata itu ungkapkan secara lahiriah, ada sebuah
konsepsi atas tiga lapis makna, yakni makna alegoris, yang
dengannya kita belajar apa yang harus kita yakini mengenai
Ketuhanan dan kemanusiaan;
makna moral, yang dengannya kita belajar bagaimana kita
harus hidup; dan makna alegoris,
yang dengannya kita belajar dalam cara apa kita berpegang
pada Tuhan. Karenanya Buku Suci mengajarkan semua ini, yakni
kebapakan abadi dan inkarnasi Kristus, aturan hidup, dan
penyatuan Tuhan dan jiwa.
| ~ |
St Bonaventura (1221-1274;
Filosof Skolastik Itali, kardinal, penulis dan pemikir
abad pertengahan, ‘Doktor Seraphic’) |
|
Banyak yang memanggil-Mu Bapak, yang juga tak 'kan
menjadikanku sebagai saudara:
Mereka ucapkan kata-kata mendalam dari perenungan yang
dangkal.
Umat manusia datang dari asal yang sama;
Kami sama luar dan dalam...
Kristen, Yahudi dan mereka yang menyimpang semua
menyembah-Nya,
Dan Allah merawat semua makhluk-Nya.
| ~ |
Walther von der Vogelweide,
(1170-1230) Middle High German lyric poet and minnesinger |
|
Jalan cinta adalah bara api.
Yang takut lari menjauhinya.
Mereka yang melompat ke dalam api
meraih berkah abadi.
Mereka yang menjauh, menyaksikan,
dijilat oleh lidah api.
Cinta adalah sesuatu yang tak ternilai, hanya untuk dimenangkan
dengan mempertaruhkan jiwa.
Mereka yang hidupnya berakhir, mencapainya; karena
mereka t'lah enyahkan semua pikiran tentang diri.
~ Himne Gujarati
|
Siapa pun yang terbakar dalam keagungan Api Cinta tak kan
pernah bisa menenangkan dirinya dengan jenis dosa apa pun.
| ~ |
Mechthild dari Magdeburg (1210-1297;
seorang perenung terkemuka Jerman dalam dunia
kebijaksanaan Kristiani) |
|

|
Sebagaimana lebah mengumpulkan madu dan beranjak tanpa
menodai bunga, warna pun aromanya, maka biarlah seorang bijak
mendiami kampungnya.
| ~ |
Dammapada (Hukum Buddhist Pali;
ucapan terkenal yang diasalkan kepada Sang Buddha) |
|
"Suryamu tak kan pernah terbenam lagi, pun
purnamamu; kar'na Tuhan t'lah menjadi cahaya abadimu, dan
hari-hari sedihmu kan berakhir."
~ Isaiah 60:20
|

|
"Tapi ku katakan kepadamu, ada beberapa yang tegak
di sini yang tidak akan merasakan kematian sebelum mereka
melihat kerajaan Tuhan."
~
Luke 9:27
|
"adalah sama sekali keliru berpikir bahwa seseorang
harus menunggu hingga setelah kematian seseorang dalam
mengharap meraih semua manfaat ini. Itu juga merupakan kebodohan
yang tercela."
| ~ |
Hakuin (1683-1768, renovator
aliran Zen Buddhism Jepang) |
|
Lantaran kau mencintai alas yang terbakar,
t'lah kubuat alas hatiku terbakar -
Maka begitulah kau, Kegelapan, pemburu
alas yang terbakar,
Bisa menarikan tarian abadimu.
~ Bengali Devotional
|
"Semua seperti yang hidup sesuai dengan
kata Ilahi dalam mereka, yang ada dalam semua manusia, adalah
umat Kristiani, demikianlah Socrates
dan Heraclitus, dan lainnya di antara orang-orang Yunani....
Demikianlah yang hidup bersama kata adalah umat Kristiani, tanpa
takut pun resah."
~ St. Justin
|

|
|
|
Lalu apa hasil dari semua
bengkel penciptaan
dan pemusnahan ini?
Tak banyak.
Maka bawalah anggur
'tuk semua dunia pekerjaan
jangan
terlalu banyak.
Lima hari atau lebih
kau istirah di sini: istirah dengan tenang,
sahabatku. Diammu
adalah sesaat.
Kami tunggu di pantai
Samudera Ketiadaan. Wahai anggur,
secawan! Ruang apatah antara bibir dan mulut?
Tak banyak.[]
| ~ |
Hafez (w. 1389; Syeikh Sufi dan sastrawan
tasawuf Persia) |
|