Dalai
Lama bertemu para pemimpin Muslim
Dari
koresponden di San Francisco
16 April
2006
Dalai Lama telah membela Islam dalam sebuah pertemuan
religius bersejarah di San Francisco hari ini, dengan
mengatakan bahwa para pembom bunuh diri adalah "kesalahan" tragis
yang bisa menimpa agama apa pun.
Dalai Lama menempati bagian tengah panggung di pertemuan anti-teror
bersama para ulama Muslim dan pemimpin religius lain dari
seluruh dunia yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pemimpin spiritual Tibet itu datang menyambut undangan imam
terkenal dari California untuk membantu membentuk
sebuah "Perserikatan Bangsa-bangsa Agama" yang
dipersembahkan untuk melawan kekerasan ekstremisme.
Imam Seyed Mehdi Khorasani mengatakan gagasan
itu datang setelah dia bertemu Dalai Lama Tenzin Gyatso di
negara bagian Idaho AS. akhir tahun lalu.
Para pemimpin dan sarjana religius dari sekitar 30 negara
telah datang ke San Francisco, yang Khorasani katakan telah
dipilih karena di sanalah Perserikatan Bangsa-bangsa telah
didirikan.
Di antara para pendukung gerakan solidaritas religius itu
adalah mantan presiden Indonesia Abdurrahman Wahid, pemimpin
organisasi terbesar, Nahdlatul Ulama,
yang punya 40 juta anggota.
C. Holland Taylor menyampaikan surat dari Gus Dur yang memuji
pertemuan tersebut dan menawarkan keterlibatan dirinya
bersama Dalai Lama pada pertemuan-pertemuan berikutnya
kelompok yang baru didirikan tersebut.
“Apa yang sedang berlangsung adalah perjuangan demi jiwa
Islam,”
kata Taylor.
Dia berkata Gus Dur dan para pemimpin puncak Muslim lain
bersama Dalai Lama dalam "puncak perang" melawan ekstremisme
religius.
Taylor merujuk kepada para pemimpin Sunni dan Syi'ah yang membentuk aliansi publik dengan Dalai Lama sebagai “jurus
jiu-jitsu ideologis”
untuk membalik kekuatan kaum radikal dan menyatukan kaum
moderat yang mewakili “inti ajaran Islam yang sebenarnya.”
Para oganiser memastikan pertemuan itu sebagai perwujudan
sebuah eksistensi multi-religius yang akan bekerja untuk
menghentikan kekerasan dan mempromosikan kedamaian antarumat
beragama yang berbeda.
“Saya bangga dan sangat bahagia,” Dalai Lama mengatakan
kepada para undangan yang berjubel dengan jumlah 500 orang
yang berkumpul di the Mark
Hopkins Hotel di Nob Hill.
“Karena dewasa ini, bagi beberapa orang, tradisi Muslim
tampak lebih militan. Saya merasa itu sepenuhnya keliru. Muslim,
seperti tradisi mana pun, adalah praktik kasih sayang.”
Para pembom bunuh diri dan kekerasan lainnya oleh para
ekstremis telah secara tidak fair mempengaruhi
persepsi dunia atas Islam, kata Dalai
Lama.
“Orang-orang yang melakukan kekeliruan seperti itu tidak
hanya dalam komunitas Muslim, tapi juga di kalangan Hindu,
Kristen, Budha,” katanya. “Dalam komunitas mana pun, selalu
ada sedikit orang yang keliru.”
“Secara umum, saya menganggap diri saya sebagai orang
yang penuh kasih sayang, tapi jika emosi saya berada di luar
kendali, maka orang yang penuh kasih sayang ini tidak lagi
orang yang penuh kasih sayang.”
Dalai Lama menyarankan para pemimpin semua agama untuk
berdiri di atas dasar pijakan bersama mereka untuk membela
Islam dan mempromosikan keutamaan menghormati agama-agama
orang lain sambil menyambut keragaman religius dalam berbagai
komunitas.
Dalai Lama memuji contoh masyarakat di India,
tempat Hindu, Muslim, Kristen, dan Budha hidup sebagai
tetangga.
“Ketika saya melihat konflik atas nama agama di
Irlandia,
Pakistan, dan sekarang di Iraq,” Dalai Lama berkata, “maka
saya berpikir tradisi hidup bersama di India dalam kedamaian
religius sangatlah indah.”
Kultur-kultur modern secara tak terhindarkan juga
terlibat, bahwa adalah penting untuk mendorong sikap hormat
antarorang-orang dari agama yang berbeda, kata pemimpin
spiritual itu.
“Realitas baru adalah bahwa setiap sesuatu
saling terkait,”
kata Dalai Lama. “Khususnya di dunia Arab, karena minyak,
dan di Cina karena ekonomi. Seluruh dunia sedang menjadi
satu komunitas kecil.
“Sekarang, kita harus menemukan jalan untuk menyelesaikan
kontradiksi antaragama.”[]
|