Rocker Muslim: Menghentikan Rangkaian Bom

Mantan fundamentalis menuturi forum pertahanan AS. bahwa kekuatan militer semata tidak akan mengubah hati atau keputusan para teroris

Oleh Bruce Finley

Denver Post Staff Writer

4 Oktober 2006

Seorang tamu terkenal dari dunia Muslim – bintang rock Indonesia Ahmad Dhani, mantan fundamentalis – menyusup ke dalam salah satu forum pembuat kebijakan industri pertahanan utama AS. pada hari Selasa dengan sebuah tantangan.

Perang yang dipimpin militer tidak akan mengalahkan musuh yang bermunculan, kata Dhani, 34, rambutnya yang panjang digerai sebahu mirip aktivis-penyanyi Bono. “Anda tidak bisa mengalahkan ideologi kebencian dan terorisme religius hanya dengan senjata,” kata Dhani.

Sebagai ganti perang, Dhani mendukung promosi “Aspek-aspek baik kultur Barat,” seperti “cinta ilmu,” kebebasan berpendapat, toleransi religius, dan aturan hukum. Dia menceritakan bagaimana dia menggunakan musiknya yang diilhami Barat untuk menyoal ekstremisme di negerinya.

Dhani berbicara pada pembukaan tiga hari Homeland Defense Symposium di the Broadmoor Hotel, dengan ratusan kontraktor dan para opsir militer yang mendengarkan dengan sungguh-sungguh. Peristiwa tahunan ini secara tradisional mempertemukan para opsir militer dan kontraktor senjata.

650 partisipan atau lebih yang terdaftar termasuk para eksekutif dari 98 perusahaan dan para pejabat pemerintahan senior Bush. Francis Townsend, asisten tertinggi untuk kontra-terorisme dan keamanan dalam negeri, dijadualkan untuk berbicara hari ini.

Beberapa pembicara hari Selasa memperingatkan bahwa kemampuan militer AS. untuk melakukan operasi di Iraq dan tempat lain adalah terbatas. Beberapa mendorong pendekatan kolaboratif yang semakin meningkat pada ancaman-ancaman baru.

Pendekatan “membangun sebuah aliansi pertahanan internasional baru” dan berbicara dengan negara-negara lain, termasuk Iran yang potensial bersenjata-nuklir, mendukung harapan-harapan baru dibandingkan tindakan militer dewasa ini, Jenderal purnwirawan AS. Barry McCaffrey, sekarang analis dan profesir jaringan berita, mengatakan dalam sebuah interview.

“Kita telah diancam Iran secara terbuka dengan potensi tindakan militer,” kata McCaffrey, menyebu "pilihan kasar" yang akan "merusak seluruh permukaan Bumi" dan sangat buruk bagi persediaan energi AS. ini.

Dan, kata dia, “kita telah melaksanakan perang melawan teroris ini dengan buruk.”

Seorang musikus terkemuka di Indonesia, Dhani telah menghadapi ancaman-ancaman di negerinya setelah memainkan jurus jiu-jitsu ideologis dengan kelompok-kelompok fundamentalis yang semakin kuat. Dalam sebuah lagu hit, dia memperingatkan “jiwa-jiwa yang terpenjara oleh kebodohan dan kebencian.”

Saat kanak-kanak, dia menyukai musik Barat oleh the Beatles, Led Zeppelin dan lainnya, yang sangat mengkhawatirkan ayahnya, yang memimpin sebuah partai politis fundamentalis.

Dhani berlajar di sekolah fundamentalis. Para pendakwah menanamkan suatu pengertian bahwa non-Muslim adalah kafir yang akan menderita kelak dalam neraka. Ketika sepupunya pindah ke agama Kristen, dia menolak berbicara dengannya selama setahun.

Tapi saat pemuda, dia bercerai dengan para fundamentalis, termasuk ayahnya, jelas dia. Sekarang dia tengah mencoba meyakinkan rakyat Amerika bahwa dengan meraih Muslim moderat melalui kultur pop bisa mengubah musuh-musuh potensial menjadi sahabat.

“Jika orang-orang Indonesia yang fanatik merasa mereka punya kewajiban untuk menunaikan beberapa kewajiban demi Allah, saya merasa saya punya kewajiban kepada Allahku untuk menyebarkan perdamaian dan cinta,” kata dia.[]

 

Printer Friendly Version of This Page