detikHOt
www.detikhot.com
Ceramah
Soal Islam:
Dhani
“Dewa” Dikagumi Jenderal Amerika
Washington DC. Pentolan Dewa, Ahmad Dhani
ternyata tak hanya piawai mencipta lagu. Suami Maia 'Ratu' itu juga
mampu berorasi seperti idolanya Soekarno. Orasi Dhani soal
Islam di sebuah simposium di Amerika diminati Jenderal-jendeal
negeri Paman Sam.
“Saya adalah satu-satunya speaker yangmendapat
standing ovation dari jenderal-jenderal yang hadir di sana,"
ujar Dhani berbangga diri saat dihubuni koresponden detikhot
di Washington DC, Endang Isnaini Saptorini, di sela-sela
kesibukannya berbuka puasa di New York, Jum'at (6/10/2006).
“Tahu nggak kenapa? Karena saya
ngomong sesuatu yang tidak ada di bukku. Mereka semua adalah
intelektual yang belajar dari buku... apa yang saya sampaikan
sebgian besar tidak ada di buku... itu yang membuat saya berbeda
dari speaker yang lain," lanjut Dhani lagi-lagi mengungkapkan
kebanggaannya.
Pelantun 'Sedang Ingin Bercinta' itu
tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. 'Pokoknya saya banggalah
sebagai orang Indonesia jadi bintang pada simposium itu. Saya merasa seperti Soekarno waktu podato di depan Congress, ' imbuhnya.
Memenuhi undangan dari Admiral Timothy J.
Keating, USN, Commander, NORAD/USNORTHCOM (North
American Aerospace Defense Command/U.S. Northern Command), Dhani
berbicara mengenai pentinnya pemerintah Amerika mengenal lebih
jauh tentang Islam dan radikalisme Islam. Ia juga mengajak peserta
simposium untuk mengenal lebih jauh sufisme, sebuah aliran Islam
yang lebih mengedepankan harmonisasi manusia dan Tuhan.
“Selama ini Jenderal-jenderal Amerika mendapat
informasi yang salah tentang Islam, bahkan ada Jenderal yang
marah-marah kepada pemerintah AS. karena tidak pernah ada yang
memberikan informasi tentang sufisme," paparnya.
Ahmad Dhani hadir danmenjadi pembicara mewakili
LibForAll Foundation, kelompok Islam progresif yang didirikan Gus
Dur. Misi utama Dhani hadir dalam simposium itu agar tidak ada lagi
kesalahpahaman antara orang Islam Indonesia yang menganggap Amerika
membenci Islam dan orang Amerika yang tidak mengerti Islam
sesungguhnya.
“Sebenarnya akan terjadi hubungan yang harmonis
bila kedua belah pihak saling mengenal, karena di USA, Islam sangat
dihargai sebagai agama yang besar. Hanya USA tidak setuju menganggap
ideologinya yang paling benar," tandas Dhani.
Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika
Serikat tertarik kepada cara Dewa melakukan promosi toleransi
seperti yang dilakukan dalam lirik 'Laskar CInta.' Dalam lirik lagu
tersebut Dewa berani memasukkan ayat al-Qur'an yang melarang umat
untuk memaksakan kehendaknya dan berlaku otoriter terhadap umat yang
lain.
Tahun 2007, dijelaskan Dhani, rencananya Dewa
akan merilis Laskar CInta dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa
Arab, India, Swahili, Bengali, dan Inggris.[]
(eny/eny)
Printer Friendly Version of This Page