Jutaan Pemuda Muslim
Menyambut Pesan Toleransi
Musik Dengan Pesan Damai
Memenangkan 5 Award di Negeri Berpenduduk Muslim Terbesar Dunia,
dan
Mencari Pendengar Global
Jakarta, Indonesia (22 Desember 2006)
– Pada awalnya,
Indonesia termasuk di antara negara yang tidak mungkin memberikan
anugerah musiknya yang paling bergengsi kepada sebuah album yang
menggunakan bahasa dari al-Qur’an dan sabda Nabi Muhammad saw. untuk
mencela ekstremisme dan teror religius. Sebagai negeri
berpenduduk Muslim terbesar dunia dan situs sejumlah besar serangan
teroris, Indonesia secara luas dilihat sebagai pertunjukan kritis
dalam perjuangan melawan ekstremisme Islam. Namun,
pada anugerah AMI (Anugerah Musik Indonesia) tahun 2006, penghargaan Indonesia
yang sepadan dengan Grammy AS., itulah yang terjadi.
Pada acara tahunan di bulan Desember, rock band Indonesia,
Dewa membawa pulang penghargaan itu untuk kategori album rock
terbaik dan lagu rock terbaik, untuk albumnya yang kontroversial dan
sangat laris,
Republik Cinta
(“Republic of Love”). Single utama
album tersebut yang sangat populer, Laskar Cinta (“Warriors of
Love”), adalah sebuah tembakan yang diarahkan pada Laskar Jihad (“Warriors
of Jihad”), sebuah kelompok teror Islam yang bertanggung jawab atas pembunuhan ribuan rakyat Indonesia dan penciptaan krisis pengungsi
yang luar biasa di Indonesia timur. Menghidangi pemuda Muslim dengan
sebuah pilihan tegas, Laskar Cinta Dewa menantang para pemuda
Muslim untuk memilih laskar cinta daripada laskar jihad.
Jutaan penggemar tertarik pada laskar
cinta dan perdamaian Dewa dengan menyambut lagu tersebut,
yang melesat ke puncak tangga lagu Indonesia, sementara video
musiknya naik ke puncak program MTV Asia, Ampuh. Laskar Cinta
menerima nominasi AMI
untuk lagu rock terbaik, dan sedikit dilampaui oleh lagu dari album
Dewa yang lain, Republik Cinta, “Sedang Ingin
Bercinta.”
Dengan delapan album terlaris dan penhargaan yang terakhir ini,
pemimpin Dewa Ahmad Dhani sekarang bersiap membawa pesan damai ini
ke panggung dunia, bekerja sama dengan LibForAll (“Liberty for All”)
Foundation yang berkedudukan di Indonesia dan AS., yang pada dewan
direkturnya dia telah mengabdi sejak tahun 2004. LibForAll
dipersembahkan untuk mempromosikan kultur kebebasan dan toleransi di
seluruh dunia, dan untuk menciptakan dan menyebarkan model-model
Islam yang sejahtera, moderat, dan toleran.
|
Ahmad Dhani, Once dan istri Dhani Maia,
pemimpin grup Ratu, di atas panggung (kanan) pada anugerah
musik ke-10 AMI pada bulan 20 Desember 2006 di
Jakarta. Maia memenangkan produksi kreatif terbaik
untuk single terlarisnya, Teman Tapi Mesra
("Intimate Friends"). |
 |
|
 |
Tambahan pada kemenangan
penghargaan untuk album rock terbaik dan lagu rock terbaik,
vokalis Dewa,
Once (kiri, bersama CEO LibForAll C. Holland Taylor) membawa
pulang AMI award untuk vokalis pria terbaik dan lagu terbaik (“Dealova”).
|
“Melesatnya album terakhir Dewa ke
puncak tangga lagu Indonesia dan pengakuannya sebagai album rock
terbaik tahun 2006 merefleksikan kekuatan selebriti untuk meraih
pemuda, yang adalah sangat mungkin dipengaruhi pesan-pesan ekstremis,”
jelas C.
Holland Taylor, ketua dan CEO LibForAll, yang mendirikan-bersama
organisasi tersebut dengan mantan Presiden Indonesia dan pemimpin
Muslim terkemuka Abdurrahman Wahid. “LibForAll akan meningkatkan
keberhasilan-keberhasilan ini dan akan terus bekerja sama erat
dengan Ahmad Dhani dan Dewa untuk menemui pemuda Muslim yang
mengesankan di seluruh dunia.”
LibForAll baru-baru ini sedang
membangun sebuah team global para selebriti Muslim dan non-Muslim
untuk mempromosikan nilai-nilai Islam yang secara tradisional
pluralistik dan toleran melalui proyek mendunia “Laskar Cinta.” “Laskar
cinta akan direkam dalam bahasa kultural, linguistik, dan pasar
musik komersial yang besar di dunia Islam,
termasuk bahasa Arab, Persia, Turki, Hindi/Urdu, Prancis, dan Inggris,”
jelas Dhani.
“Harapanku adalah bahwa di masa depan,
pemuda Muslim akan tumbuh menjadi lebih toleran daripada generasi
sekarang dan memutus lingkaran kebencian yang menimpa dunia dewasa
ini,” kata Dhani. “Itulah mengapa saya menyatukan kekuatan
dengan LibForAll Foundation, untuk membawa musik dan pesan Dewa
menemui pendengar global.”
Kampanye musik ini telah didukung
oleh para teolog Muslim penting, yang bergabung bersama para
selebriti kultur pop dan para pemimpin lain yang berpikiran sama
dalam bidang agama,
pendidikan, entertainmen, pemerintahan, bisnis, dan media untuk
mendorong orang-orang yang berhati tulus dari setiap agama dan
bangsa untuk bersatu sebagai “laskar cinta,” dan menolak semua
bentuk kebencian dan kekerasan religius. Untuk tahu lebih banyak
tentang Program "Laskar Cinta" Ahmad Dhani dan LibForAll Foundation,
kunjungi
http://www.libforall.org/popculture-republic-of-love.html
| Cover album
pemenang penghargaan,
Republik Cinta.
|
 |
# # #
Didirikan oleh C.
Holland Taylor, LibForAll Foundation dipersembahkan untuk menciptakan
dan menyebarkan model-model Islam yang sejahtera, moderat, dan
toleran.
Melalui jaringan profesional dan penasehatnya yang luas di AS. dan
seluruh dunia, LibForAll mendukung negeri-negeri, daerah-daerah, dan
kelompok-kelompok yang berbagi visinya untuk Islam progresif yang
sekaligus damai dan toleran.
LibForAll telah
mengakar kuat di dunia Islam. Pendiri-bersama dan penasehat
seniornya adalah Yang Mulia Kyai Haji Abdurrahman Wahid, akrab
dipanggil dengan sebutan Gus Dur,
Presiden Indonesia pertama yang terpilih secara demokratis dan lama memimpin Nahdlatul Ulama,
organisasi Muslim terbesar dunia,
dengan 40 juta anggota. Ketua dan CEO C. Holland Taylor adalah
seorang ahlli terkemuka tentang Islam dan proses Islamisasi di Asia
Tenggara, telah tinggal, belajar, dan bekerja di Timur Tengah dan
Indonesia selama lebih dari empat dekade. Untuk informasi yang lebih
memadai tentang LibForAll, kunjungi
www.libforall.org.[]
Printer Friendly Version of This Page