Menurut Anda, apa esensi Islam?
Bersikap tegas namun lembut
kepada orang lain dan memahami sistem-sistem nilai mereka, tahu
bahwa mereka ditoleransi oleh Islam sebagai agama. Esensi
Islam terangkum dalam ayat, Bagimu, agamamu; bagiku, agamaku.’ Itulah
esensi toleransi.
Peran apa yang
bisa Indonesia
mainkan dalam pembangunan global tentang Islam yang damai dan
pluralistik?
Pertama, dengan menghadirkan
watak toleran Islam; dan kedua, dengan ‘menggabungkan’
nilai-nilai salaf dan khalaf Islam, dan berbagi
interpretasi-interpretasi ini ke seluruh dunia.
Mengapa Anda memutuskan
menjadi pelindung dan penasehat Libforall Foundation?
Penting untuk mendukung
pekerjaan seperti itu. Di samping, saya kenal Holland Taylor [pendiri
dan CEO Libforall] sudah lama. Dia datang ke kantor saya
dan kami berbicara tentang agama, ini dan itu, tapi dia tidak
pernah mencoba memaksakan pandangan-pandangannya sendiri kepad
saya. Itulah apa yang penting.
Bagaimana Libforall
Foundation bisa membantu Indonesia dan dunia Islam?
Dengan menyebarkan
pandangan-pandangan kami. Seperti telah selalu saya katakan
kepada para tamu Muslim dari Timur Tengah,
Islam di sana sedikit berbeda dari Islam kami. Bagaimana?
Misalnya, para wanita di Indonesia bisa mencium tangan gurunya,
apakah mereka laki-laki atau perempuan, sementara di
negara-negara Timur Tengah, itu tidak dibolehkan. Al-Qur'an
mengatakan bahwa jika termotivasi secara seksual, wanita
tidak boleh berada dekat dengan laki-laki. Di sini, kami katakan
dengan tepat itu karena [ayat al-Qur'an] ini, jika laki-laki
mencium tangan gurunya di luar sikap hormat dan tanpa motivasi
seksual, itu tidak apa-apa [tertawa]. Di sini kami
membedakan antara ayat-ayat al-Qur'an dan tradisi nabawi pada
satu sisi, dan hukum & kultur pada sisi yang lain.
Apa yang bisa orang Amerika
lakukan untuk membantu mencegah serangan lain seperti serangan
11/9?
Itu pertanyaan yang tidak bisa
saya jawab, Anda tahu, karena pertanyaan serupa menyulitkan saya.
Seberapa
pentingkah orang seperti Ahmad Dhani, dan musiknya, bagi
pembangunan Indonesia sebagai bangsa yang bebas dan sejahtera?
Ya, tentu dia mencoba
menyajikan manifestasi kultural yang sudah lazim “Islam yang
benar”… bahwa Islam adalah toleran, bahwa Islam demokratis,
bahwa Islam mendorong kesejahteraan rakyat… bukan sesuatu yang
kaku seperti ‘Islam di atas segalanya.’”
Kelompok-kelompok radikal
telah menyerang Ahmad Dhani dan bandnya Dewa, dan menuduhnya
berusaha "menghancurkan" Islam. Apa pendapat Anda tentang
klaim-klaim mereka?
Klaim-klaim itu palsu.
Salah. Sebenarnya orang-orang itu ingin menyerang saya, tapi
mereka tidak berani, jadi mereka mencoba melakukan kepada Dhani
sebagai ganti.
(Tertawa)
Lama sebagai
ketua organisasi Muslim terbesar di dunia, Anda sering mengirim
para anggota Nahdlatul Ulama untuk membela geraja-gereja dan
jamaah Kristen dari serangan. Bisakah Anda ceritakan,
mengapa?
Adalah keyakinan
saya bahwa mayoritas harus selalu melindungi minoritas. Demikianlah
adanya sekarang umat Kristen adalah minoritas di Indonesia, jadi
saya harus melindungi mereka. Satu hal [tambahan pada
mengirimkan para pendukungnya untuk melindungi gereja-gereja
dari serangan fisik] adalah dengan mengetahui perbedaan antara
hukum yang ada dan regulasi teknis. Misalnya, kapan pun umat
Kristen ingin membangun sebuah gereja di sini, orang-orang dari
pendekatan ekstrem akan mengatakan kepada pemerintah setempat bahwa
menurut aturan, ijin untuk membangun gereja itu harus diberikan
oleh mayoritas.
Saya jelaskan kepada
umat Islam bahwa alasan bagi umat Kristen ingin membangun begitu banyak
gereja, adalah karena mereka terbagi dalam begitu banyak
denominasi. Muslim—apakah Syi'ah, modernis, atau traditionalis—semua
bisa melaksanakan shalat dalam mesjid yang sama. Tapi
liturgi Kristen beragam menurut denominasi, jadi sekalipun
mereka punya jemaah hanya lima orang, mereka tetap butuh gereja
terpisah. Jadi saya bilang kepada orang-orang bahwa di
balik aturan teknis, kita harus ingat bahwa konstitusi kita
menjamin dan membolehkan pembangunan gereja-gereja.
Apa cara paling efektif
untuk mengatasi ekstremisme religius di dunia Islam?
Dengan menjelaskan apa Islam
sebenarnya, karena tanpa penjelasan itu, orang-orang akan
cenderung menerima pandangan-pandangan para ekstremis [yang
tidak terbukti salah (jika tanpa penjelasan yang benar, ed.)].
Kebijakan-kebijakan apa
saja yang harus pemerintah Amerika lakukan untuk meningkatkan
citranya dan mempromosikan hubungan damai dan harmonis dengan
dunia Islam?
Saya pikir dua hal
sekaligus. Satu adalah dengan berusaha menyemaikan
gagasan-gagasan liberalistik di kalangan umat Islam, tapi tanpa
pernah menyebutkan bahwa mereka liberal
(tertawa). Lainnya adalah dengan membantu Muslim memahami
bahwa modernitas adalah sebuah berkah bagi setiap orang,
termasuk Muslim sendiri. Kita bisa menerima nilai-nilai
modern, liberalistik tanpa kehilangan identitas kita sebagai
Muslim. Inilah apa yang penting. Saya sendiri telah terbuka
pada kultur Barat, dan hingga beberapa tingkat sudah terbaratkan,
dalam apakaian saya misalnya, tapi saya tetap seorang Muslim. Saya
menjaga diri tidak minum alkohol, atau makan daging babi. Ini
membuat saya berbeda dari orang Barat.
Apakah Anda punya
ucapan akhir untuk para audien kami? Pesan apa pun untuk
para pemirsa Amerika?
Ya, saya pikir hal yang sangat
penting sekarang hanyalah bertindak berdasarkan apa yang Anda
yakini.
Toleransi, ya, tentu. Maka jadikanlah itu sebagai
kenyataan dalam hidup sehari-hari Anda.[]