Wawancara dengan Yang Mulia Kyai Haji Abdurrahman Wahid

Mantan Presiden Indonesia dan Lama Memimpin Nahdlatul Ulama

4 Juni 2005

 

Menurut Anda, apa esensi Islam?

Bersikap tegas namun lembut kepada orang lain dan memahami sistem-sistem nilai mereka, tahu bahwa mereka ditoleransi oleh Islam sebagai agama. Esensi Islam terangkum dalam ayat, Bagimu, agamamu; bagiku, agamaku.’ Itulah esensi toleransi.

Peran apa yang bisa Indonesia mainkan dalam pembangunan global tentang Islam yang damai dan pluralistik?

Pertama, dengan menghadirkan watak toleran Islam; dan kedua, dengan ‘menggabungkan’ nilai-nilai salaf dan khalaf Islam, dan berbagi interpretasi-interpretasi ini ke seluruh dunia. 

Mengapa Anda memutuskan menjadi pelindung dan penasehat Libforall Foundation?

Penting untuk mendukung pekerjaan seperti itu. Di samping, saya kenal Holland Taylor [pendiri dan CEO Libforall] sudah lama. Dia datang ke kantor saya dan kami berbicara tentang agama, ini dan itu, tapi dia tidak pernah mencoba memaksakan pandangan-pandangannya sendiri kepad saya. Itulah apa yang penting.

Bagaimana Libforall Foundation bisa membantu Indonesia dan dunia Islam?

Dengan menyebarkan pandangan-pandangan kami. Seperti telah selalu saya katakan kepada para tamu Muslim dari Timur Tengah, Islam di sana sedikit berbeda dari Islam kami. Bagaimana?  Misalnya, para wanita di Indonesia bisa mencium tangan gurunya, apakah mereka laki-laki atau perempuan, sementara di negara-negara Timur Tengah, itu tidak dibolehkan. Al-Qur'an mengatakan bahwa jika termotivasi secara seksual, wanita tidak boleh berada dekat dengan laki-laki. Di sini, kami katakan dengan tepat itu karena [ayat al-Qur'an] ini, jika laki-laki mencium tangan gurunya di luar sikap hormat dan tanpa motivasi seksual, itu tidak apa-apa [tertawa]. Di sini kami membedakan antara ayat-ayat al-Qur'an dan tradisi nabawi pada satu sisi, dan hukum & kultur pada sisi yang lain.

Apa yang bisa orang Amerika lakukan untuk membantu mencegah serangan lain seperti serangan 11/9?

Itu pertanyaan yang tidak bisa saya jawab, Anda tahu, karena pertanyaan serupa menyulitkan saya.

Seberapa pentingkah orang seperti Ahmad Dhani, dan musiknya, bagi pembangunan Indonesia sebagai bangsa yang bebas dan sejahtera?

Ya, tentu dia mencoba menyajikan manifestasi kultural yang sudah lazim “Islam yang benar”… bahwa Islam adalah toleran, bahwa Islam demokratis, bahwa Islam mendorong kesejahteraan rakyat… bukan sesuatu yang kaku seperti ‘Islam di atas segalanya.’”

Kelompok-kelompok radikal telah menyerang Ahmad Dhani dan bandnya Dewa, dan menuduhnya berusaha "menghancurkan" Islam. Apa pendapat Anda tentang klaim-klaim mereka?

Klaim-klaim itu palsu. Salah. Sebenarnya orang-orang itu ingin menyerang saya, tapi mereka tidak berani, jadi mereka mencoba melakukan kepada Dhani sebagai ganti. (Tertawa)

Lama sebagai ketua organisasi Muslim terbesar di dunia, Anda sering mengirim para anggota Nahdlatul Ulama untuk membela geraja-gereja dan jamaah Kristen dari serangan. Bisakah Anda ceritakan, mengapa?

Adalah keyakinan saya bahwa mayoritas harus selalu melindungi minoritas. Demikianlah adanya sekarang umat Kristen adalah minoritas di Indonesia, jadi saya harus melindungi mereka. Satu hal [tambahan pada mengirimkan para pendukungnya untuk melindungi gereja-gereja dari serangan fisik] adalah dengan mengetahui perbedaan antara hukum yang ada dan regulasi teknis. Misalnya, kapan pun umat Kristen ingin membangun sebuah gereja di sini, orang-orang dari pendekatan ekstrem akan mengatakan kepada pemerintah setempat bahwa menurut aturan, ijin untuk membangun gereja itu harus diberikan oleh mayoritas.

Saya jelaskan kepada umat Islam bahwa alasan bagi umat Kristen ingin membangun begitu banyak gereja, adalah karena mereka terbagi dalam begitu banyak denominasi. Muslim—apakah Syi'ah, modernis, atau traditionalis—semua bisa melaksanakan shalat dalam mesjid yang sama. Tapi liturgi Kristen beragam menurut denominasi, jadi sekalipun mereka punya jemaah hanya lima orang, mereka tetap butuh gereja terpisah. Jadi saya bilang kepada orang-orang bahwa di balik aturan teknis, kita harus ingat bahwa konstitusi kita menjamin dan membolehkan pembangunan gereja-gereja.

Apa cara paling efektif untuk mengatasi ekstremisme religius di dunia Islam?

Dengan menjelaskan apa Islam sebenarnya, karena tanpa penjelasan itu, orang-orang akan cenderung menerima pandangan-pandangan para ekstremis [yang tidak terbukti salah (jika tanpa penjelasan yang benar, ed.)].

Kebijakan-kebijakan apa saja yang harus pemerintah Amerika lakukan untuk meningkatkan citranya dan mempromosikan hubungan damai dan harmonis dengan dunia Islam?

Saya pikir dua hal sekaligus. Satu adalah dengan berusaha menyemaikan gagasan-gagasan liberalistik di kalangan umat Islam, tapi tanpa pernah menyebutkan bahwa mereka liberal (tertawa).  Lainnya adalah dengan membantu Muslim memahami bahwa modernitas adalah sebuah berkah bagi setiap orang, termasuk Muslim sendiri. Kita bisa menerima nilai-nilai modern, liberalistik tanpa kehilangan identitas kita sebagai Muslim. Inilah apa yang penting. Saya sendiri telah terbuka pada kultur Barat, dan hingga beberapa tingkat sudah terbaratkan, dalam apakaian saya misalnya, tapi saya tetap seorang Muslim. Saya menjaga diri tidak minum alkohol, atau makan daging babi. Ini membuat saya berbeda dari orang Barat.

Apakah Anda punya ucapan akhir untuk para audien kami? Pesan apa pun untuk para pemirsa Amerika?

Ya, saya pikir hal yang sangat penting sekarang hanyalah bertindak berdasarkan apa yang Anda yakini. Toleransi, ya, tentu.  Maka jadikanlah itu sebagai kenyataan dalam hidup sehari-hari Anda.[]

 

 

Printer Friendly Version of This Page