Saksikan "Sebuah Solusi Muslim pada Teror" ~ sebuah video yang menunjukkan bagaimana sebuah grup yang berani sedang mendorong jutaan penggemarnya di Indonesia, Singapura dan Malaysia menyambut toleransi dan kebebasan religius.  (Flash video untuk para pengguna broadband, 10.1 Mb.)

 

Berita/Peristiwa Terkini

LibForAll menjadi tuan rumah sebuah pertemuan religius tingkat tinggi di Bali, yang para partisipannya menolak kejahatan penolakan Holocaust dan menegaskan toleransi religius sebagai sebuah "rahmat bagi seluruh makhluk."  Dilaksanakn sebagai tanggapan pada konferensi penolakan Holocaust pada Desember 2006 di Tehran, pertemuan tingkat tinggi tersebut mempertontonkan kemampuan Indonesia untuk memainkan peranunik dalam mepromosikan toleransi antaragama, dan mendiskreditkan ideologi kebencian. Media global yang meliput termasuk lputan kabel AP, AFP, dan Reuters, dan artikel-artikel di lebih 2,000 surat kabar di seluruh dunia, dari the Wall Street Journal dan Canadian Jewish News hingga the Singapore Straits Times, Australian, Le Monde dan Die Welt.

Baca laporan terbaru oleh the Rand Corporation, "Building Moderate Muslim Networks" (Membangun Jaringan Muslim Moderat) oleh Angel Rabasa, Cheryl Benard dan lain-lain. Reportase ini menguatkan strategi kontra-ekstremisme LibForAll Foundation, yang telah dilaksanakan sejak tahun 2003. Reportase dimaksud menyajikan rekomendasi-rekomendasi kongkret untuk membangun sebuah jaringan kontra-ekstremisme global, yang bermula dengan wilayah-wilayah di mana kebebasan yang lebih besar untuk bertindak dimungkinkan, seperti Indonesia, Turki dan Eropa.

National Review: "The Muslim World'd Hope, and Ours," oleh sindikasi kolumnis Mona Charen, melukiskan anggota pengurus LibForAll Ahmad Dhani, KH. Abdurrahman Wahid, dan C. Holland Taylor, dan "perjuangan mereka di seluruh dunia melawan Islam radikal dengan menggandengn kaum Muslim moderat" untuk "berpacu dengan para ekstremis radikal di pacuan yang mereka pilih sendiri ~ makna Islam yang sebenarnya."

Wall Street Journal: Public Diplomacy for Dummy menceritakan prestasi-prestasi kelas dunia CEO LibForAll Foundation C. Holland Taylor dan the Foundation. "Dalam usianya yang singkat, LibForAll telah membantu membalik sebuah usaha pengambilalihan kelompok Islamis atas ormas Islam terbesar kedua di negeri itu (dengan 30 juta anggota), telah menerjemahkan buku anti-Wahhabi ke dalam bahasa Indonesia, mandukung konferensi multidimensi baru-baru ini untuk mengecam penolakan-Holocaust, mengghadirkan Ahmad Dhani ke Colorado untuk berbicara di hadapan tokoh-tokoh penting militer AS., dan melaksanakan penelitian "extremist exposé", Holland mengatakan, "untuk membuat bangsa Indonesia secara sadar mengakui bahwa sedang berlangsung infiltrasi ideologi radikal, didanai oleh petrodolar Arab, yang dimaksudkan untuk menghancurkan Islam Indonesia."

Wall Street Journal:  Pada April 2007, kolumnis masalah-masalah luar negeri dari WSJ Bret Stephens telah mengunjungi Indonesia bersama CEO LibForAll C. Holland Taylor, dan telah melaporkan beragam proyek dan sahabat LibForAll. Cerita-cerita yang diterbitkan dari kunjungan Stephens termasuk profil aktivis utama LibForAll K.H. Abdurrahman Wahid ("The Last King of Java") dan Dr. Abdul Munir Mulkhan ("The Exorcist"). Artikel-artikel lain dalam rangkaian ini melukiskan pembelaan Presiden Wahid dan Penasehat LibForAll K.H. A. Mustofa Bisri atas kebebasan personal dan seni ("Hips Don't Lie"), dan bahaya-bahaya radikalisasi yang disodorkan oleh  "The Arab Invasion."

Newsweek/Washington Post: Forum "Muslim Speak Out" menunjukkan kebijaksanaan aktivis LibForAll Foundation KH. Abdurrahman Wahid dan Abdul Munir Mulkhan, yang menasehati umat Islam untuk "bersatu menolak penggunaan Islam sebagai ideologi, atau senjata untuk menghancurkan keluhuran Islamku dan Islam Anda," sambil mengajak para pemimpin agama untuk melancarkan jihad melawan kekerasan, "untuk melindungi hak-hak dan kehormatan seluruh umat manusia, tanpa memperhatikan keyakinan agama mereka atau yang semacamnya. Ini merupakan kewajiban suci siapa pun yang setia dan taat pada ajaran agama, dan jihad yang sebenarnya yang tengah ditunggu dunia."

Time Magazine: "Mengapa Masalah Indonesia," menyoroti pentingnya negeri dengan populasi Muslim dan demokrasi terbesar di dunia, dan kebutuhan mendesak untuk melakukan mobilisasi lebih kuat melalui kaum moderat untuk melawan munculnya arus ideologi radikal. Kutipan-kutipan penting dari pendiri-bersama dan anggota dewan pengurus LibForAll, Yang Mulia Kyai Haji Abdurrahman Wahid, penasehat LibForAll, Azyumardi Azra, dan Yenny Wahid, Direktur Eksekutif the Wahid Institute.

Anggota dewan pengurus dan sahabat LibForAll memenangkan 5 "Grammy" awards Indonesia (Anugerah Musik Indonesia) pada acara pemberian Anugerah Musik Indonesia yang ke-10, termasuk album rock terbaik, lagu rock terbaik, lagu terbaik, vokalis pria terbaik dan produksi kreatif terbaik, saat jutaan pemuda Muslim menyambut pesan toleransinya.

CNN: Dakwah Toleransi Religius Melalui Rock and Roll melukiskan karya utama bintang rock Muslim legendaris dan anggota dewan pengurus LibForAll Ahmad Dhani untuk mendiskreditkan para ekstremis. "Di mana seruannya yang lain, Dhani menyampaikan... dengan musiknya. Pesannya untuk rakyat Amerika dan Presiden Bush?  'Dukunglah Islam moderat, dan Muslim moderat.'"

 

Liputan Media Pilihan

Agence France-Presse (AFP): "Dalai Lama Membela Islam pada Pertemuan Religius Anti-terror," oleh Gary Chapman. Agen berita tertua di dunia (dan terbesar ke-3, setelah AP dan Reuters) menuturkan berita tentang sebuah pertemuan bersejarah antara Dalai Lama dan para pemimpin Muslim yang berlangsung pada 15 April 2006 di San Francisco ini.

Agence France-Presse (AFP)/Le Monde: "Konferensi-yang mengakui Holocaust dibuka di Indonesia/L'existence de l'Holoccauste réaffirmée lors d'une conférence en Indonésie," oleh Sebastian Blanc. "Sekalipun saya sahabat baik Mahmud Ahmadinejad, harus saya katakan dia salah," jelas pendiri-bersama LibForAll Foundation Abdurrahman Wahid dalam konferensi, dengan merujuk pada kesalahan Presiden Iran tentang Holocaust sebagai mitos. "Dia mendustakan sejarah... Saya percaya Holocaust terjadi."

Associated Press: "Mantan Eksekutif Telkom Memerangi Extremisme di Indonesia," oleh Tim Whitmire.

Associated Press: "Di Indonesia, Pemimpin Iran Dikritik," oleh Robin McDowell.

Boston Globe: "Mengalahkan Ekstremisme Islam," oleh kolumnis Jeff Jacoby. Sebuah "pengingat yang kuat bahwa... kita tidak akan memenangkan perang melawan kaum radikal tanpa sekutu-sekutu Muslim seperti [pelindung dan penasehat LibForAll Abdurrahman] Wahid."

Denver Post: "Rocker Muslim: Memutus Rangkaian Bom," oleh Bruce Finley. Mantan fundamentalis menceramahi sebuah forum pertahanan AS bahwa kekuatan militer semata tidak akan mengubah hati dan keputusan para teroris.  

Detik.com: Kunjungan Ahmad Dhani ke AS atas nama LibForAll Foundation mendapat liputan luas mass media di Indonesia, termasuk lusinan media cetak dan elektronik, seperti artikel ini yang terbit di portal berita terbesar di Indonesia, detik.com.

The Globalist: "The Two Faces of Islam" menyajikan sebuah elemen kunci strategi LibForAll untuk memahami dan mengalahkan para ekstremis, dengan mengkontraskan kekuatan-kekuatan relatif Islam Wahhabi dan "Humanitarianisme Islam" non-Wahhabi."

Jerusalem Post: "Memobilisasi Silent Majority Islam." Ketua dan CEO C. Holland Taylor berbagi strategi LibForAll Foundation untuk memobilisasi silent majority Islam, untuk menawarkan "sebuah pandangan Islam alternatif yang penting sebagai sebuah agama cinta Ilahi dan toleransi yang menghalau ideologi kebencian fanatik pada kegelapan tempatnya muncul."

Los Angeles Times Sunday Magazine melukiskan produser musik kenamaan dan rekan LibForAll Dawn Elder dalam sebuah artikel oleh Joseph Braude berjudul "West-East: An Arab American producer uses the power of music to narrow the gap between cultures." LibForAll Foundation dan Dawn Elder Management telah menggabungkan kekuatan dengan sebuah team global para selebriti Muslim dan non-Muslim, untuk mendorong orang-orang yang berhati tulus dari setiap agama dan bangsa untuk bersatu sebagai “para pejuang cinta” dan menolak semua bentuk kebencian dan kekerasan religius.

Religion News Service/Washington Post: "Rock Star Rattles Radical Islam," oleh Rebecca Cho. Anggota dewan pengurus LibForAll Ahmad Dhani mengajak para pemuda dengan lagu-lagu perdamaian dan romantisnya. Dhani, 34, mengatakan bahwa menyerang ideologi yang mendorong para teroris adalah kunci untuk menekan radikalisme.

Rolling Stone Magazine: "Atas Nama Cinta" menceritakan anggota dewan pengurus LibForAll Ahmad Dhani dan album baru terlaris Dewa kelompoknya, Republik Cinta.  Ulama Sunni terkemuka dan mantan presiden Indonesia Kyai Haji Abdurrahman Wahid telah menyebut hit single album tersebut, Laskar Cinta, sebagai "sebuah fatwa musikal melawan kebencian dan terorisme religius."

Wall Street Journal: "Right Islam vs. Wrong Islam," oleh Kyai Haji Abdurrahman Wahid. "Muslim dan non-Muslim harus bersatu untuk mengalahkan ideologi Wahhabi."  Artikel yang "harus-dibaca" ditulis oleh pelindung, anggota dewan pengurus dan penasehat senior LibForAll ini, terbit dalam edisi akhir-tahun Wall Street Journal edisi AS dan Eropa (Jum'at, 30  Desember 2005) yang diberi label "EXTRA! Read all about it!", dan dalam edisi pertama tahun 2006 dalam the Asian Wall Street Journal. Selanjutnya dilukiskan oleh the Wall Street Journal sebagai "sebuah artikel sangat penting untuk surat kabar ini" (25 Pebruari 2006), dan dipuji oleh the Hudson Institute's Center on Islam, Democracy and the Muslim World sebagai "sebuah catatan sangat penting dan detail tentang apa yang [Wahid] pandang sebagai 'perjuangan global demi jiwa Islam'... Kami merekomendasikan artikel ini, yang telah kami publikasikan ulang dalam terbitan Current Trends in Islamist Ideology kali ini, pada pembacaan dan perenungan yang sangat serius."

Wall Street Journal: "Rocker Muslim ini Mendakwahkan Toleransi dengan hentakan drum,"  oleh Mary Kissel. "Dhani, pendiri salah satu band Indonesia paling populer, adalah sejenis superstar rock paling berbeda. Dia sedang mempromosikan Islam moderat dalam sebuah negara terpenting dalam perang melawan teror, menyampaikan pesan-pesan toleransi di balik hentakan ritme-ritme musik Barat dan Arab." The Wall Street Journal melukiskan anggota dewan pengurus LibForAll Ahmad Dhani, yang sedang "menciptakan jihadnya sendiri -- demi Islam moderat."

Wall Street Journal: "Putri Islam," oleh Nancy de Wolf Smith. "Seorang musuh para ekstremis Muslim yang anggun (dan menarik)."  Wawancara akhir minggu Wall Street Journal melukiskan Yenni Wahid sahabat LibForAll, putri Kyai Haji Abdurrahman Wahid dan Direktur the Wahid Institute di Jakarta.

Wall Street Journal: "Ledakan-ledakan di Bali," oleh CEO Libforall C. Holland Taylor. Kaum radikal benci dan takut pada vsarian Islam yang paling dominan di Indonesia.

Wall Street Journal: "Lapar pada Islam Asia," oleh Joseph Braude, menuturkan bagaimana Muslim Asia Tenggara bisa mempromosikan sebuah pemahaman Islam yang pluralistik dan toleran di Timur Tengah, dan merekomendasikan dukungan yang kuat untuk usaha-usaha demikian.

Washington Post: "Di Indonesia, Lagu-lagu Melawan Terorisme," oleh Kyai Haji Abdurrahman Wahid dan C. Holland Taylor. Kultus kematian telah menggoda kaum fanatik untuk merusak ajaran paling suci Islam atas nama Tuhan. Lagu-lagu oleh rock band Dewa menasehati para penggemarnya untuk bergabung dengan laskar cinta, bukan jihad. (Bagi Anda yang tidak bisa mengakses website the Washington Post, klick di sini).

Washington Post: "Ekstremisme Bukan Hukum Islam," oleh Kyai Haji Abdurrahman Wahid. Pemimpin Muslim dan mantan Presiden Indonesia, Wahid menjelaskan secara detail mengapa aplikasi kaku interpretasi tradisional hukum Syari'ah, seperti misalnya tuntutan hukuman mati bagi siapa pun yang beralih agama, adalah bertentanagn dengan prinsip-prinsip Islam. Dengan menggunakan sumber-sumber Islam, dia menegaskan sebuah "pemahaman Islam yang pluralistik dan toleran" dan mengajak Muslim di seluruh dunia untuk "membawa pemahaman kita yang terbatas, manusiawi atas hukum Islam kembali pada semangat Ilahiahnya -- untuk merenungkan kasih sayang Allah, dan untuk membawa berkah kedamaian, keadilan, dan toleransi pada dunia yang menderita."  Sebuah artikel penting dari salah satu cahaya yang sedang berpendar dari dunia Muslim.

Weekly Standard: "Laskar Cinta: Sebuah Kemungkinan Pemenang Islam Moderat," oleh Daveed Gartenstein-Ross. "Visi Dhani dengan jelas memuji keterlibatannya pada konferensi kebijakan pertahanan di Colorado Springs. Bagaimana mendorong sebuah Islam moderat adalah sebuah pertanyaan klritis atas perang melawan teror yang kepadanya, saat ini, ada sedikit jawaban berarti. Pada akhir hari itu, sang musikus rock dari Indonesia mungkin punya lebih banyak kebijaksanaan untuk diberikan dibandingkan pembicara lainnya."

Komenar Pembaca

 

Berita Peristiwa

LibForAll Board Members Kyai Haji Abdurrahman Wahid, Ahmad Dhani dan C. Holland Taylor menasehati para pemimpin pemerintah dan militer A. S. bagaimana memastikan  perdamaian dengan Dunia Muslim.

Direktur Program LibForAll menasehati the Organization for Security and Cooperation in Europe (OSCE) dan Council of Europe tentang "Mencegah Terorisme: Memerangi Hasutan dan Aksi-aksi Teroris Terkait."

Penasehat LibForAll yang terhormat Kyai Haji Mustofa Bisri mengajak Muslim menolak ideologi ekstremis dan menganut kehidupan spiritual yang sebenarnya, yang dicirikan dengan cinta dan hormat pada yang lain.

Direktur Program LibForAll menasehati Kongres tentang mempromosikan kebebasan religius di seluruh dunia.

CEO LibForAll membantu mengorganisasi pertemuan bersejarah antara Dalai Lama dan para pemimpin Muslim dari lebih 30 negeri.

Tokoh-tokoh Muslim dan Kristen terkemuka bergabung menjadi Dewan Penasehat LibForAll.

Grup Rock legendaris meluncurkan sebuah "fatwa musikal" melawan kebencian religius dan terorisme, yang melesat ke #1 tangga lagu radio Indonesia dan MTV Asia.

Anggota dewan pengurus LibForAll Ahmad Dhani dihormati oleh Duta Besar Karen Hughes, di bawah Departemen Luar Negeri A. S. untuk Public Diplomacy and Public Affairs.

Pimpinan LibForAll mendiskreditkan ekstremisme dan kekerasan religius melalui dialog Ramadlan yang disiarkan televisi secara-nasional, "Mencari Islam yang Sebenarnya."

Syeikh Sufi terkemuka Kyai Haji Luqman Hakim memimpin buka puasa bersama (iftaar) yang disiarkan televisi secara-nasional di studio rekaman Ahmad Dhani, dihadiri oleh para penggemar Dewa.

Pelindung dan penasehat LibForAll Foundation Kyai Haji Abdurrahman Wahid melancarkan pembelaan kebebasan religius di Indonesia, yang tengah berada dalam serangan oleh para ekstremis religius.  Lihat foto-foto pertemuan antaragama yang dilaksanakan pada 4 Agustus 2005, berjudul "Doa Bersama Demi Pluralisme."

 

LibForAll Award Ceremony

Kantor pusat organisasi Musli terbesar di dunia—Nahdlatul Ulama, dengan hampir 40 juta anggota—telah menjadi tempat penganugerahan penghargaan dan konferensi pers yang dilaksanakan pada Jum'at, 17 Juni 2005 di Jakarta.  Yang Mulia Kyai Haji Abdurrahman Wahid—presiden pertama Indonesia yang terpilih secara demokratis dan lama memimpin Nahdlatul Ulama—menjadi tuan rumah peristiwa tersebut. Juga hadir, sebagai moderator, Dr. Abdul Munir Mulkhan, Wakil-Sekretaris organisasi Islam terbesar kedua di dunia, Muhammadiyah.

CEO LibForAll C. Holland Taylor dan Gus Dur, pelindungnya, bersama-sama menyerahkan the Libforall Award kepada para anggota band terlaris IndonesiaDewa, sebagai pengakuan atas 'kontribusi luar biasa mereka pada perdamaian dunia, dengan mengkomunikasikan nilai-nilai spiritual cinta, kebebasan, dan toleransi kepada jutaan pendengar di Indonesia dan seluruh dunia.”  Klik di sini untuk berita lengkap.[]

Liputan media atas peristiwa in dan peristiwa terkait lainnya (video menuntut akses broadband):

RCTI GoSpot                 Flash video dan transkrip  (14 Mb)         Transkrip Bahasa Inggris saja

SCTV Kasak Kusuk       Flash video dan transkrip  (8.7 Mb)         Transkrip Bahasa Inggris saja

TV 7  Star 7                   Flash video dan transkrip  (10 Mb)          Transkrip Bahasa Inggris saja

Global TV Obsesi           Flash video dan transkrip  (6.3 Mb)         Transkrip Bahasa Inggris saja

LATIVI Mata Celebritis     Transkrip Bahasa Inggris

Nyata Magazine              Transkrip Bahasa Inggris

Wawancara dengan Kyai Haji Abdurrahman Wahid                       Transkrip Bahasa Inggris

 

Printer Friendly Version of This Page