Sebuah "Fatwa Musikal" Melawan Kebencian & Terorisme Religius

Sejumlah kelompok radikal telah menyerang bintang rock Ahmad Dhani dan grupnya karena album terlaris mereka Laskar Cinta ("Warriors of Love"). Album dimaksud menghidangi pemuda Indonesia dengan sebuah pilihan tegas, dan satu hal mudah bagi mayoritas besar untuk menjawab: Apakah mereka akan mengikuti laskar jihad, atau laskar cinta?

Alih-alih diintimidasi oleh ancaman-ancaman para ekstremis, Dhani malah menggubah sebuah lagu baru berjudul Laskar Cinta (album sebelumnya tidak punya judul demikian). Lagu terkakhir ini, akibatnya, adalah sebuah "fatwa musikal" ~ dengan menggunakan lyrik yang berasal dari al-Qur'an dan Hadith (sabda Nabi Muhammad saw.) untuk mencela kebencian dan terorisme religius. Single tersebut telah diluncurkan pada bulan Desember 2005 di Indonesian, disusul oleh versi Inggris dan Arab untuk pasar internasional.

 

Album terakhir Dewa, Republik Cinta ("Republic of Love"), yang telah dirilis di Indonesia mendapat liputan luas mass media pada Januari 2006 dengan raksasa rekaman EMI. Laskar Cinta adalah lagu utama album dimaksud.

Seperti dikesankan oleh judulnya, Republik Cinta mempromosikan pembangunan kebebasan sipil dan demokrasi, keduanya melalui album musik pop dan disertai kampanye media/interview artis, yang mempromosikan sebuah alternatif damai pada ideologi kebencian yang malandasi dan membiakkan terorisme.

 

 

 

Peluncuran album tersebut telah disertai oleh lebih dari 100 interview media cetak dan elektronik yang terpisah. Di sini grup Dewa melakukan konser langsung di seluruh negeri selama prime time di stasiun RCTI, Jum'at malam, 6 January 2006. Pada bulan Januari saja "fatwa musikal" telah disiarkan di lima konser TV secara terpisah, dan telah disimak oleh mayoritas 220 juta penduduk Indonesia.

 

 

 

 

Para pengikut Shaykh Hisham Muhammad Kabbani dari Tarekat Naqshbandi bersama Ahmad Dhani (kiri) di studio Dewa di Jakarta. Para sufi ini dan lainnya telah menghadiri konser  RCTI (atas) untuk mengungkapkan dukungannya pada "fatwa musikal" Dewa melawan kebencian dan terorisme religius, dan untuk melaksanakan tari "berputar" Tarekat Sufi Maulawiyah di stasiun TV nasional, selama penayangan "fatwa musikal."

 

 

 

CEO LibForAll C. Holland Taylor (kiri) mendiskusikan lirik lagu baru Dewa, "Laskar Cinta," dengan vokalis Dewa, Once, di studio Dewa (lihat lirik di bawah).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Holland Taylor, Once (tengah) dan Ahmad Dhani (kanan) menyusun lirik bahasa Inggris untuk musik Laskar Cinta ("Warriors of Love").

 
 
 
 
 
 
Ahmad Dhani di studionya tengah merekan lirik lagu baru Dewa, "Laskar Cinta," dalam bahsa Inggris.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

C. Holland Taylor (kiri, bersama Simon, insinyur sound Dewa), memberikan umpan-balik mengenai lirik yang dinyanyikan oleh Ahmad Dhani dalam rekaman booth seperti ditunjukkan di atas.

 

CEO LibForAll C. Holland Taylor bersama Kyai Haji Muhammad Yusuf Chudlori ("Gus Yusuf"), yang memimpin Pondok Pesantren asrama Perguruan Islam yang terkenal di Tegalrejo, Jawa Tengah. Keturunan keluarga ulama Nahdlatul Ulama terkemuka, Gus Yusuf adalah "Kiyai Besar" yang sangat dihormati, atau pemimpin Islam, di sebelah kanan.

Taylor dan Gus Yusuf sedang mendiskusikan program untuk menyoroti dan melawan gerakan radikal (Wahhabi) ke Indonesia, bersama dengan usaha-usaha LibForAll, KH. Abdurrahman Wahid, dan Ahmad Dhani dalam usaha ini. Sebuah kampanye media yang terencana akan melibatkan elemen-elemen kultur pop, sarjana Islam, dan mobilisasi warga kampung Jawa (Muslim dan juga non-Muslim) untuk menyampaikan pesan toleransi dan kedamaian religius kepada warga kita, yang lebih rentan pada propaganda para ekstremis.

Dukungan para tokoh religius seperti Abdurrahman Wahid, Luqman Hakim dan Yusuf Chudlori sangatlah penting untuk membela Ahmad Dhani dalam usahanya menyingkirkan ekstremisme religius dan mendiskreditkan penggunaan terorisme sebagai anti-Islam dan, tentu, "diilhami setan."

Dalam ungkapan Gus Yusuf, "orang yang ambisius adalah yang sedang berjudi pada kemenangan Islam radikal untuk memastikan keberhasilan mereka telah keliru membaca Islam Indonesia."

 

 

Warriors of Love

Musik oleh Ahmad Dhani

Lyrics oleh Ahmad Dhani & C. Holland Taylor

 

 

Hey there, all you lovers of peace

Watch out, watch out and be on guard

For lost souls, anger twisting their hearts

For lost souls, poisoned by ignorance and hate

 

There’s no doubt, evil dwells in the hearts

Of all those, of all those who are full of hate

There’s no doubt, evil dwells in the souls

Of all those, of all those full of prejudice

 

REFF

Warriors of love

Spread the seeds of love throughout the earth

Go and destroy the virus of hatred

That makes people’s hearts sick and depraved

By corrupting their souls

Warriors of Love

Teach the mystical science of love

For only love is the eternal Truth

And the shining path for all God’s creatures everywhere in the world

 

If hatred has already poisoned you

Against those … who worship differently

Then evil has already gripped your soul

Then evil’s got you in its damning embrace

 

If so, don’t bother to hope or dream

that I…that I’ll ever love or embrace

People full of hate and anger like you

People… who’re always full of lust… for others’ blood

 

REFF

 

Hey there, all you lovers of peace, don’t ever don’t ever don’t ever don’t

Try to play God, by judging and condemning anyone different from you

For God has not given you the right to be mankind’s judge and jury

Nor the power to know the ultimate Truth, or to tell others what they must do

 

Weren’t all of us created as either men or women, on this earthly plane

Destined to become many tribes and lands, no two of them exactly the same?

Why don’t we understand and respect all of our brothers’ and sisters’ pain,

Rather than turn into murderous demons, with our bloody arms raised to the sky?

 

Photographs courtesy of

Iwan S. B. Wibowo, of Dewa Management. 

Printer Friendly Version of This Page