Laskar Jihad, no!
Laskar Cinta, ya!

Sebuah tema abadi dalam perencanaan kami adalah bagaimana mempromosikan sebuah kultur pop kebebasan dan toleransi di dunia Muslim, untuk mempengaruhi publik umum, dan tidak semata elit intelektual.

   

 

CEO LibForAll (C. Holland Taylor, kiri) dalam award ceremony bersama Abdul Munir Mulkhan dari Muhammadiyah (organisasi Muslim terbesar kedua dunia), Abdurrahman Wahid dari Nahdlatul Ulama (organisasi Muslim terbesar di dunia) dan Ahmad Dhani (selebriti penyanyi, penulis lagu dan pemimpin band bernama Dewa—grup rock terlaris Indonesia selama lebih dari satu dekade). Munir, Abdurrahman Wahid dan Dhani semuanya adalah Muslim Sufi, sebagaimana juga pembimbing spiritual Dhani, Faiz.

 

Para sufi kontemporer, Dhani dan Faiz dengan cerdas menggunakan pengetahun mereka tentang psikologi manusia untuk mendiskreditkan ekstremisme dalam pandangan publik, dalam suatu bentuk ideologi jurus jiu-jitsu. (Ahmad Dhani di cover majalah Indonesian, Syir'ah. Cerita tersebut berjudul : "Paham Sufi di Belakang Dhani.")

 

 

 

 

Beberapa anugerah musik dimenangkan oleh Dewa selama 12 tahun yang lalu.

 

Kata-kata “Laskar Jihad” berarti “The Warriors of Jihad.” Ia juga merupakan nama sebuah kelompok radikal yang telah bertanggung jawab atas meninggalnya ribuan umat Kristen di Indonesia timur, Maluku dan Sulawesi baru-baru ini, dan telah mengusir setengah jutaan lainnya dari rumah mereka.

 

 

Ahmad Dhani di studionya (kiri) pada bulan Agustus 2004, sedang mendiskusikan lirik terakhir album terakhir Dewa (ketika itu sedang direkam) dengan CEO LibForAll C. Holland Taylor. Album tersebut berjudul Laskar Cinta, yang berarti, “Warriors of Love.”

Ditanya di TV nasional mengenai perbedaan antara Laskar Jihad dan Laskar Cinta, Dhani menjawab, "Kelompok pertama menyebarkan kebencian untuk seorang pengikut, sementara yang kedua menyebarkan cinta untuk seluruh umat manusia. Orang Indonesia manapun yang berpikiran sehat akan setuju bahwa apa yang saya katakan adalah benar."

Ditanya oleh seorang reporter mengapa dia telah menyebut album barunya Laskar Cinta, Dhani menjawab, “Untuk memenuhi kehampaan Laskar Jihad, dan menyebarkan virus cinta [spiritual] di kalangan generasi muda.”

Sejak peluncuran album tersebut pada bulan November 2004, slogan itu telah menyebar ke seluruh Indonesia: “Laskar Jihad, no!  Laskar Cinta, ya!”

Laskar Cinta dengan cepat meluncur ke puncak tangga, saat jutaan pemuda Indonesia dengan penuh semangat menyambut pesannya tentang cinta, perdamaian, dan toleransi.

Tidaklah mengejutkan, para ekstremis religius—khawatir melihat indoktrinasi mereka terhadap para pemuda Muslim ke dalam kultur jihad secara perlahan dikalahkan secara efektif—telah mencela Ahmad Dhani dan secara publik menuduhnya kafir. 

Anda bisa membaca liputan peristiwa ini dalam Washington Post.

 

Diilhami oleh Faiz—yang mengemukakan gagasan awal Laskar Cinta—para anggota Dewa telah dengan cerdas menggunakan kultur pop untuk membiakkan sebuah interpretasi Islam yang bersifat spiritual dan progresif pada bangsa dengan populasi Muslim paling besar di dunia.

Lagu-lagu mereka terus mengagungkan tradisi Sufi menyembah Allah melalui puisi cinta yang luar biasa, yang digabungkan dengan musik kontemporer. Seperti Diwan of Hafez, lirik-lirik mereka terbuka bagi berlipat interpretasi—sebagai pujian atas kekasih duniawi, atau jeritan kerinduan kepada Ilahi.

 

 

 

Pangeran Cinta
Lagu: Ahmad Dhani
Lirik: Ahmad Dhani, Faiz M.

Second after second, each following the next… as the minutes fly past.
The days keep slipping by… month after month as well.
The constant cycle of age after age… This life, too, is bound to end in death.

Time will annihilate everything on earth… but not my love for You,
Because I'm the Divine Prince of Love.

Night after night yields to dawn… as morning turns to midday.
Passing years dissolve into the flow of centuries… all that is young must grow old.
The seasons are constantly changing… This life, too, is bound to end in death.

Nothing in this world is eternal… nothing everlasting…

Time will annihilate everything on earth… but not my love for You,
Because I'm the Divine Prince of Love.

 

Saksikan video musik!

 

Satu
Lagu & Lirik:
Ahmad Dhani

This “I”… is really You
My love… is really Your love
This “I”… is really You
My soul… is really Your soul

My longing is Your longing
My blood is Your blood

There is nothing but You
Whom I worship night and day
I call Your name
With every breath I take
I call Your name… I call Your name

It’s with Your hands that I touch
With Your feet I walk
With Your eyes I see
With Your ears I hear
With Your tongue I speak
With Your heart I feel

There is nothing but You
Whom I worship night and day
I call Your name
With every breath I take
I call Your name… I call Your name

 

See the music video!

 

Listen to a clip of another Dewa megahit, Arjuna Searching for Love

 

  []

Printer Friendly Version of This Page