 |
Keberhasilan tahun
2006 dan Ekspansi
Program Terkini
 |
"Ada
banyak resiko bagi para moderat religius yang vokal seperti
mereka yang berafiliasi dengan LibForAll. Tahun yang lalu,
setelah Dewa merilis [album Laskar Cinta], Dhani
telah dicap sebagai seorang yang murtad.
Khawatir atas keselamatan istrinya, Maia, dan
anak-anaknya, Dhani memindahkan mereka ke sebuah hotel.
Hanya ketika Abdurrahman Wahid melakukan konferensi pers
yang mendukung sang bintang rock bahwa Dhani merasa cukup
aman untuk membawa pulang mereka kembali." ~
Mary Kissel dari the
Wall Street Journal,
menuturkan siaran televisi secara luas
pemberian Penghargaan LibForAll 2005 (foto, kiri), yang
memungkinkan banyak keberhasilan LibForAll tahun 2006.
|
| |
|
| Tahun 2006 diawali dengan essay Presiden Wahid
yang dipuji secara internasional dalam the
Wall Street Journal,
Right Islam vs. Wrong Islam. Dalam apa yang
the Journal lukiskan sebagai
sebuah artikel yang "harus dibaca" dan "sangat
penting," President Wahid mengajak "orang-orang
yang berhati tulus dari setiap agama dan bangsa"
untuk bergabung dalam mengalahkan ideologi kebencian
yang melandasi dan membiakkan terorisme, dan
menggantinya dengan sebuah pemahaman Islam yang
pluralistik dan toleran,
yang benar dalam dirinya dan sesuai dengan dunia modern.
|

 |
| |
|
|

 |
Artikel Presiden Wahid telah
diterjemahkan dan diterbitkan ulang dalam ratusan surat
kabar dan website di seluruh dunia. Dipuji oleh the
Hudson Institute's Center on Islam, Democracy and
the Muslim World sebagai "kajian dan perenungan
yang sangat serius" dan "catatan yang sangat
penting dan rinci mengenai apa yang [Wahid]
pandang sebagai 'perjuangan global demi jiwa Islam,'"
artikel dimaksud telah mulai membantu membentuk
kebijakan pemerintah dan mengilhami sejumlah besar paper
strategi yang dipublikasikan di Amerika Utara, Eropa,
dan asia, termasuk edisi September 2006 dari the U.S. Army War
College's professional journal,
Parameters.
|
| |
|
|
Bintang rock Muslim dan anggota dewan
pengurus LibForAll Ahmad Dhani yang merilis albumnya
yang kedelapan,
Republik Cinta, mendapat publisitas luar biasa pada
bulan Januari 2006. Single utama album dimaksud,
sebuah
"fatwa
musikal" melawan kebencian dan terorisme religius,
menjadi lagu hit #1 di radio Indonesian,
sementara video musiknya meluncur ke puncak tangga MTV
Asia
pada bulan Maret 2006.
Pada Desember 2006,
album tersebut memenangkan
dua penghargaan AMI (Anugerah
Musik Indonesia)
– setara
dengan Grammy
– untuk kriteria
album rock terbaik dan lagu rock terbaik. Vokalis
utama Dewa,
Once, juga memenangkan penghargaan AMI untuk kriteria
vokalis pria terbaik dan lagu terbaik. |
 |
| |
|
|
 |
Pada bulan April, pendiri-bersama can CEO LibForAll C. Holland
Taylor membantu mengorganisasi
"sebuah pertemuan perdamaian bersejarah" di San Francisco,
yang menghadirkan Dalai Lama dan para pemimpin Muslim
lebih dari 30 negara. Proyek ini merupakan bagian
dari Program
Jaringan Global/Mobilisasi LIGHT (Para Pemimpin
Yang Mengilhami Kondisi Global dan Toleransi) LibForAll. |
| |
|
|
Pada bulan Mei, Presiden Wahid
–
yang merupakan salah seorang teolog Muslim terkemuka
dunia – mengeluarkan sebuah gagasan
perlindungan kebebasan religius. Bulan
berikutnya, President Wahid dan CEO LibForAll C. Holland Taylor
(foto, kanan) melakukan konferensi pers melalui satelit
dengan para reporter di the National Press Club di Washington,
D.C., dalam sebuah peristiwa yang didukung-bersama oleh the
Center for Security Policy. |
 |
| |
|
|

|
Filantropis terkemuka F. Borden Hanes, Jr. (kiri,
bersama Senator North Carolina Richard Burr dan CEO LibForAll
C. Holland Taylor) bergabung dengan
dewan
direktur LibForAll Foundation pada bulan Mei,
menambah kekuatan pada usaha-usaha pengumpulan dananya
di AS. |
| |
|
|
Dr. Ravi Krishnamurthy juga bergabung
dengan LibForAll pada bulan Mei. Sebagai Direktur
Program seluruh dunia, Dr. Krishnamurthy bertanggung
jawab untuk mengelola ekspansi cepat dan pengembangan
program LibForAll.
Aktivitasnya tahun ini termasuk menasehati Kongres AS. tentang
mempromosikan kebebasan religius di dunia Muslim (foto
kanan), dan kontribusinya yang sangat dipuji pada
usaha-usaha the Organization for Security and Cooperation in
Europe's (OSCE) dan the Council of Europe untuk
mereduksi
dorongan pada terorisme. |
 |
| |
|
|
 |
Diilhami oleh strategi
LibForAll, the Senate
Appropriations Subcommittee on State and Foreign
Operations telah merekomendasikan perwujudan program
toleransi yang "melibatkan para pemimpin Indonesian
mempromosikan moderasi dan toleransi dalam komunitas Islam di Indonesia dan negara-negara Muslim
lainnya.... Tentang jumlah anggaran ini,
the Committee merekomendasikan $3,700,000 untuk LibForAll Foundation
untuk program yang dimaksudkan pada pemuda Muslim di
negeri-negeri lain di Timur Tengah dan tempat lain."
Pengalokasian anggaran ini telah ditunda satu tahun
–
karena the FY07 anggaran federal lebih didanai melalui
sebuah
resolusi berkelanjutan tinimbang belanja annggaran
individual
–
tapi LibForAll terus menikmati dukungan dua-pihak
yang kuat dari para anggota penting Kongres dan
para pejabat Departemen
Luar Negeri, yang mengetahui nilai program LibForAll
bagi perdamaian dan keamanan AS. dan internasional. |
| |
|
|
Pada bulan Agustus,
anggota dewan
penasehat LibForAll Foundation bertemu untuk
mereview strategi dan program LibForAll untuk tahun
berikutnya. Masing-masing penasehat punya
tanggung jawab dalam satu atau lebih program yang sangat
berpengaruh ini. |
 |
| |
|
|
 |
Pada bulan Oktober, anggota dewan pengurus LibForAll Presiden Wahid,
Ahmad Dhani dan C. Holland Taylor menyampaikan sebuah
pidato utama
yang dipublikasikan secara luas
–
tentang
bagaimana
memastikan perdamaian dengan dunia Muslim
–
di
the National Homeland Defense Symposium
yang didukung oleh NORAD/USNORTHCOM dan komandan
tertingginya, Admiral Timothy J. Keating (kanan, bersama Ahmad Dhani). |
| |
|
|
Pada tahun 2006, LibForAll Foundation memperluas
program pendidikannya
di Indonesia
–
mendukung pengembangan kurikulum; menyediakan beasiswa
bagi anak-anak miskin; dan mendukung pesantren (foto,
kanan) yang memastikan anak-anak yatim akan menerima
suatu kualitas pendidikan yang mengajarkan toleransi,
kehormatan dan nilai setiap individu, dan hormat pada
keyakinan yang berbeda, sambil menyiapkan mereka agar
berhasil di dunia modern. |
 |
| |
|
|
 |
Pada bulan Nopember, produser
musik Arab-Amerika terkemuka
Dawn Elder mulai menasehati LibForAll Foundation
mengenai
proyek Laskar Cinta. Kami berharap bahwa
Ny. Elder
akan memimpin sebuah
team terkemuka, produser pemenang-banyak-Grammy-Award
dengan pengalaman cross-cultural yang sangat luas,
memperluas dan meningkatkan peredaran dan pengaruh proyek LibForAll
ini untuk menemui pemirsa global yang sebenarnya. |
| |
|
|
Aktivitas utama dalam proyek ini termasuk kerja sama dengan
para artis top internasional dari banyak belahan dunia, untuk
merekam Laskar Cinta dalam bahasa setiap
kultural/bahasa/pasar musik komersial penting di dunia Islam, termasuk bahasa
Arab, Persia, Turki,
Hindi/Urdu, Bengali, Swahili, Mandingue, Hausa, Prancis, Spanyol,
Rusia, dan Inggris; memproduksi dan menyiarkan video musik dari lagu
yang sama; dan mementaskan sebuah perayaan Bantuan
Langsung/Kamilah Dunia gaya-msikal Islam sebagai sebuah agama cinta Ilahi dan
toleransi, yang di dalamnya para selebriti enternainment Eropa,
Amerika, dan Latin akan mengikuti para artis internasional
yang disebutkan di atas untuk merekam Laskar Cinta dalam bahasa Inggris, dan melakukan konser
langsung. |
 |
| |
|
|
 |
Proyek Laskar Cinta
mewakili elemen kultur pop program Jaringan Global/Mobilisasi
LIGHT LibForAll, yang dibingkai untuk diperluas secara
signifikan pada tahun 2007. Kampanye musik LibForAll
telah didukung oleh para teolog penting Muslim,
yang bergabung dengan tokoh Muslim terkemuka yang
berpikiran sama dalam bidang agama, pendidikan, entertainment,
kultur pop, pemerintahan, bisnis dan media untuk
mendorong "orang-orang yang berhati tulus dari
setiap agama dan bangsa"
untuk bersatu sebagai "laskar cinta," dan
menolak semua bentuk kebencian dan kekerasan religius. (foto,
kiri, dari 12-halaman artikel yang terbit dalam
Majalah Rolling Stone
yang menceritakan Republik Cinta dan "fatwa
musikal" Dewa). |
| |
|
|
Proyek "Wajah Islam yang Tersenyum"
LibForAll akan terus menerjemahkan dan menerbitkan
karya-karya kunci para intelektual dan teolog Muslim
progresif mengenai topik penting bagi masa depan
kebebasan dan demokrasi di seluruh dunia Muslim, seperti
buku ini (Islam,
Negara & Civil Society) yang terjemahan Arabnya akan
segera dipublikasikan bekerja sama dengan the
Cato Institute. |
 |
| |
|
|
 |
Jaringan Pluralis Akar-Rumput dan Program Video
LibForAll akan membuat 30-seri kurikulum pelajaran
religius yang akan mempromosikan sebuah pemahaman Islam yang
pluralistik dan toleran, dan menyebarkan video ini ke
publik umum, dan melalui VCD ke 14,000
pesantren di Indonesia, yang jumlah santrinya lebih dari 2.4
juta orang. Para pemimpin proyek termasuk sejumlah
teolog Muslim kelas dunia, seperti penasehat LibForAll
Kyai Haji Mustofa Bisri, yang memberi ceramah pada
pertemuan
lebih dari 4,000 pemimpin religius pada bulan September 2006
ini (foto, kiri). |
| |
|
|
2007 juga akan
menyaksikan berlangsungnya pengembangan
think tank cabang LibForAll
Foundation, Masyarakat Nur al-Hikmah
(“Cahaya Kebijaksanaan”), yang menyediakan beasiswa dan
mendukung aktivitas-aktivitas para intelektual dan
teolog Muslim penting, dalam usaha mereka untuk
mempopulerkan sebuah pemikiran Islam pluralistik
ke depan.
Prestasi-prestasi
Nur al-Hikmah tahun 2006 termasuk tulisan dan
publikasi empat buku; mengedit dan menerbitkan dua karya
antologi penting; publikasi lebih dari 40 artikel di
media nasional/internasional;
dan menyemaikan benih ide-ide dan bukti konsep-konsep
untuk proyek-proyek besar LibForAll Foundation seperti
Wahhabi Exposé
dan
and Jaringan Pluralis Akar-Rumput (di atas). |
 |
|
Keberhasilan Tahun-Tahun Sebelumnya
Termasuk: |
|
n
Membangun hubungan kerja dengan para pemimpin Muslim yang
berpikiran sama dalam bidang
agama, pendidikan dan kultur pop. Ini termasuk
mantan presiden Indonesia
dan lama memimpin organisasi Muslim terbesar di dunia,
dengan 40 juta anggota; grup rock
paling terkemuka di Indonesia; dan
tokoh-tokoh
pimimpinan dalam jaringan Universitas dan Institut Islam
Negeri;
n Kecaman
terhadap ekstremisme dan teror religius –
dan strategi untuk mengalahkan kaum radikal – dikemukakan oleh para pemimpin Muslim Sunni paling terkemuka
dunia (pendiri-bersama dan anggota dewan pengurus LibForAll Kyai Haji Abdurrahman Wahid
dalam edisi akhir tahun the
Wall Street
Journal’);
n
Keberhasilan peluncuran
pilot program Indonesia,
termasuk:
n Mengorganisasi
event-event dan
menghubungkan Muslim moderat dan progresif, untuk
saling
mendukung dengan yang lain di hadapan kritik keras para ekstremis religius yang didanai-dengan memadai;
n
Membuktikan sebuah interpretasi Islam yang progresif
kepada puluhan juta Muslim Indonesia;
n
Proyek-proyek pendidikan melawan ekstremisme religius,
berjenjang dari beasiswa untuk anak-anak miskin hingga
pengembangan kurikula sekolah yang mengajarkan nilai
toleransi dan pluralisme;
n
Penegasan
LibForAll Foundation sebagai sebuah “think tank”
operasional yang menyediakan
keanggotaan dan mendukung aktivitas-aktivitas para
intelektual dan teolog Muslim terkemuka, dalam usaha mereka
mempopulerkan interpretasi Islam yang moderat dan progresif;
n Meluncurkan
sebuah program mikro-kredit untuk para petani,
terkait dengan program untuk mempromosikan toleransi dan
diversitas religius;
n Membantu
membangun sebuah
database
yang menyediakan kontak informasi untuk dan secara akurat
menjelaskan berbagai aktivitas organisasi-organisasi Islam
moderat dan progresif, untuk memfasilitasi kerja sama,
membantu menarik dana, dan meningkatkan kemampuan dan
efektivitas mereka;
n
Mulai menyebarkan gagasan-gagasan Mslim progresif dari
Indonesia ke seluruh dunia Islam, dengan
menerjemahkan teks-teks kunci tentang topik demokrasi,
kebebasan sipil, hak-hak wanita,
pemisahan negara dan agama, dll. ke dalam bahasa
Arab &
Inggris;
n
Menggunakan
kultur pop
untuk mempromosikan keutamaan kebebasan dan toleransi pada
khalayak umum, dengan bekerja sama dengan para praktisi
entertainment dan selebriti yang berbagi pandangan kita
tentang dunia yang adil dan damai;
n
Sukses membantu
menolak pemaksaan serangkaian fatwa radikal
kepada 190 juta Muslim Indonesia
(termasuk larangan sekularisme, liberalisme, pluralisme,
doa antaragama dan hilangnya hak waris anak yang pindah
agama);
n
Membantu mendiskreditkan kelompok teroris
Laskar
Jihad (Warriors of Jihad), yang telah bertanggung jawab atas meninggalnya ribuan umat Kristen di Indonesia timur (lihat Washington
Post op-ed);
n Membantu
membuat sebuah "fatwa musikal" ~
dengan menggunakan
lyrik
yang berasal dari al-Qur'an dan Hadith
(sabda Nabi Muhammad saw.) untuk mengecam kebencian dan terorisme
religius. Lagu ini telah diluncurkan pada bulan Desember 2005,
dan segera menjadi hit #1 di radio Indonesia, sementara
video musiknya meluncur ke tangga nomor 1 di program populer MTV
Asia, Ampuh (Anak
Pribumi Sepuluh) pada tahun 2006
(lihat artikel dari
Religion
News Service/Washington Post dan the
Wall Street Journal);
n
Meluncurkan kampanye pendidikan di AS. dan negara-negara Barat
lainnya, memobilisasi dukungan untuk Muslim progresif
dalam usaha mereka mendamaikan dan mengintegrasikan
masyarakat-masyarakat Muslim tradisional dengan dunia
kontemporer(liputan
dalam the Wall Street Journal, Washington Post, Boston Globe, Denver Post,
International Herald Tribune, Sydney Morning Herald,
Associated Press, Agence France-Presse dan media lainnya);
n
Pengaruh yang terukur: ratusan juta dari “hit”
untuk pesan anti-ekstremis di dunia Muslim(penonton TV/pembaca
surat kabar/penikmat CD & radio).
|
|
|