Rahmatan lil 'Alamin Network

 

Sekaranglah waktunya bagi orang-orang yang berhati tulus dari setiap agama dan bangsa untuk mengetahui bahwa sebuah bahaya yang mengerikan tengah mengancam umat manusia. Kita tidak bisa lagi meneruskan “bisnis seperti biasa” di depan ancaman eksistensial ini. Bahkan, kita harus mengesampingkan remeh-temeh internasional dan partisan kita serta bergabung dalam menghadapi bahaya yang terbentang di depan kita.

Mari bicara dengan SATU SUARA

 

LibForAll Foundation sedang membangun sebuah jaringan global tidak resmi dari organisasi-organisasi, tokoh terkemuka, dan para pendukung sipil dan religius yang berpikiran sama, untuk mempromosikan kultur kebebasan dan toleransi di seluruh dunia. Tujuan kami adalah untuk mengembangkan sebuah benteng kultural, intelektual, dan teologis untuk mendukung interpretasi Islam yang moderat dan progresif, dalam usaha untuk mereduksi seruan ekstremisme religius kepada generasi muda Muslim. Dalam ungkapan pendiri-bersama dan anggota dewan pengurus LibForAll Kyai Haji Abdurrahman Wahid, tujuan kita adalah untuk menyatukan "orang-orang yang berhati tulus dari setiap agama dan bangsa... untuk menghalau ideologi kebencian ke dalam kegelapan tempatnya berasal."

Aktivitas-aktivitas ini penting, karena Muslim moderat dan progresif punya sedikit sumber dorongan dan dukungan internasional—tidak seperti jaringan kaum radikal di seluruh dunia, yang menikmati dukungan finansial yang luar biasa dari Saudi dan pelindung lainnya. Aktivitas-aktivitas LibForAll dalam hal ini termasuk membantu mengorganisasi "sebuah pertemuan perdamaian bersejarah" yang menghadirkan Dalai Lama dan para pemimpin Muslim dari lebih tiga puluh negara pada bulan April 2006, dalam sebuah kegiatan yang didukung oleh the Kirlin Foundation.

 

 

Contoh lain dari jaringan aktivitas kami adalah sebuah pemberian LibForAll Award yang dilaksanakan di Jakarta, untuk memobilisai dukungan bagi Ahmad Dhani dan para anggota grup Dewa, yang telah berada di bawah serangan hebat para ekstremis religius karena mempromosikan sebuah interpretasi Islam yang moderat, pluralistik, dan sangat spiritual dalam musik mereka yang sangat populer.

Yang Mulia Kyai Haji Abdurrahman Wahid—mantan presiden Indonesia dan lama memimpin organisai Muslim terbesar di dunia, Nahdlatul Ulama, dengan anggota hampir 40 juta orang—menjadi tuan rumah peristiwa ini di Kantor Pusat PBNU di Jakarta. Juga hadir, sebagai moderator, Dr. Abdul Munir Mulkhan, Wakil Sekretaris organisasi Muslim terbesar kedua di dunia, Muhammadiyah.

 

CEO LibForAll C. Holland Taylor dan Gus Dur, pelindungnya, bersama-sama menyerahkan the LibForAll Award kepada para anggota band legendaris Indonesia, Dewa. 

 

 

Award Presentation

 

Libforall Award

 

Penghargaan itu diberikan sebagai pengakuan atas "kontribusi luar biasa Dewa pada perdamaian dunia, dengan mengkomunikasikan nilai-nilai spiritual cinta, kebebasan, dan toleransi kepada jutaan pendengarnya di Indonesia dan seluruh dunia.”

 

 

 


Belakangan ini, para ekstremis religius telah bertanggung jawab atas meninggalnya ribuan rakyat Indonesia—Kristen dan juga Muslim—di belahan timur Maluku dan Sulawesi. Menanggapi kekejaman inilah, pemimpin Dewa, Ahmad Dhani, menggubah album terlaris Laskar Cinta (“Warriors of Love”). Dirilis pada bulan November 2004, ia dengan cepat melesat ke puncak tangga lagu dan membuat sensasi nasional.

 

 

Dewa Concert

Puluhan juta rakyat Indonesia telah menyaksikan konser Dewa di TV atau langsung, dan dengan penuh semangat mendengarkan musiknya di kota-kota dan di desa-desa di seluruh kepulauan yang besar itu, yang merupakan rumah bagi populasi Muslim terbesar di dunia. Ahmad Dhani dan Dewa bandnya telah menghidangi pemuda Indonesia dengan sebuah pilihan yang tegas, dan mudah bagi mayoritas untuk menjawabnya. Apakah mereka ingin mengikuti laskar kebencian, atau laskar cinta?

 

 

 

 

Bulan-bulan ini, para ekstremis religius telah meluncurkan serangan keras kepada Ahmad Dhani—menuduhnya kafir dan memaksanya ke pengadilan, karena pesan spiritual cinta yang terkandung dalam Laskar CintaMereka berusaha melarang penggunaan musik rock oleh Ahmad Dhani dan Dewa untuk mempromosikan interpretasi Islam yang bersifat spiritual dan progresif yang mengancam seruan ekstremisme mereka sendiri yang diilhami-Wahhabi.

 

Dhani Speaking

 

Penyerahan the LibForAll Award di Jakarta dilakukan bersama para pemimpin dari dua organisasi Muslim terbesar dunia—Abdurrahman Wahid dari Nahdlatul Ulama dan Abdul Munir Mulkhan dari Muhammadiyah—yang bersama-sama membela kebebasan ekspresi artistik Ahmad Dhani dan Dewa, dan integritas pandangan religius mereka. (Dari kanan ke kiri: Ahmad Dhani, Abdurrahman Wahid, Abdul Munir Mulkhan dan C. Holland Taylor.)

 

 

Lusinan wartawan menghadiri peristiwa itu, termasuk hampir semua jaringan televisi Indonesia, yang menyiarkan liputan penganugerahan the LibForAll Award tersebut kepada jutaan pemirsa di seluruh negeri. Pesan yang disampaikan ke publik adalah bahwa dalam pandangan organisasi-organisasi Islam terkemuka dunia—dan komunitas internasional secara luas—Ahmad Dhani dan Dewa mewakili hal-hal terbaik dalam tradisi toleransi dan keragaman religius di Indonesia.

 

Journalists

Klik di sini untuk membaca transkrip pidato CEO LibForAll C. Holland Taylor pada penyerahan award tersebut.

Liputan media atas peristiwa ini dan lainnya (video mengharuskan akses broadband):

RCTI GoSpot                  Flash video dan transkrip  (14 Mb)         Transkrip bahasa Inggris saja

SCTV Kasak Kusuk        Flash video dan transkrip  (8.7 Mb)         Transkrip bahasa Inggris saja

TV 7  Star 7                    Flash video dan transkrip  (10 Mb)          Transkrip bahasa Inggris saja

Global TV Obsesi            Flash video dan transkrip  (6.3 Mb)         Transkrip bahasa Inggris saja

LATIVI Mata Celebritis     Transkrip bahasa Inggris

Nyata Magazine              Transkrip bahasa Inggris

 

Anggota, dewan pengurus, staf, dan penasehat LibForAll Foundation secara teratur aktif dalam aktivitas-aktivitas jaringan global, dengan demikian berusaha keras berhubungan dengan para pemimpin Islam moderat dan progresif dari Timur Tengah, asia Selatan, Eropa, Amerika Utara, dan tempat lain.

 

 

Printer Friendly Version of This Page