 |
Pada awal 2004, LibForAll Foundation
meluncurkan program pertamanya di Indonesia, sesuai dengan
kepentingan strategisnya sebagai bangsa dengan populasi Muslim
dan demokrasi terbesar di dunia. Mitra-mitra awal LibForAll di Indonesia
termasuk beberapa pemimpin
Muslim progresif yang sangat ternama, dan berpengaruh, di
Indonesia.
The
Wahid
Institute (WI), yang mottonya adalah "menyemai
Islam plural dan damai." Misinya adalah untuk mengembangkan
pemikiran Islam moderat dan mempromosikan reformasi demokratik,
pluralisme dan toleransi religius di kalangan Muslim di Indonesia
dan seluruh dunia. Aktivitasnya termasuk proaktif menawarkan
solusi konflik dan membela hak-hak minoritas; memperkuat
kemampuan organisasi-organisasi Islam progresif non-pemerintah;
dan program-program untuk mempromosikan Islam moderat di
mesjid-mesjid dan komunitas-komunitas lokal di seluruh Indonesia.
|
 |
|
|
Dengan mengingat dan menghormati pemimpin
spiritualnya Abdurrahman
Wahid, WI secara unik diposisikan untuk mempertemukan
para pemimpin religius,
negarawan, dan politisi di Barat dan dunia Islam.
Ketua the Wahid Institute adalah putri Abdurrahman Wahid, Yenni,
seorang lulusan Harvard University dan pemenang penghargaan
jurnalis, yang reportasenya tentang tragedi Timur Timor
memenangkan pengahrgaan jurnalistik Australia yang sepadan
dengan the Pulitzer Prize
pada tahun 1999. Baca profil menarik Wall Street Journal Yenni,
disebut "Daughter
of Islam: an elegant (and eloquent) foe of Muslim
fundamentalists."
|
Abdul Munir Mulkhan (kiri,
bersama CEO LibForAll), adalah seorang
intelektual Muslim terkemuka,
yang karyanya tentang topik spiritualitas Islam, pluralisme,
dan toleransi merupakan sumber inspirasi bagi tak terhitung
pemuda Muslim. Wakil Sekretaris Muhammadiyah - organisasi Muslim
terbesar kedua di dunia - dari 2000-2005, Munir baru-baru ini
menjadi anggota dan penasehat LibForAll Foundation, profesor di
Universitas Islam Negeri Sunan
Kalijaga Yogyakarta.
|

|
|
Munir juga
pendiri dan ketua
Yayasan
Falsafatuna (the “Our Philosophy Foundation”), proyeknya yang didukung LibForAll termasuk program untuk
mengintegrasikan tasawuf ke dalam kurikulum nasional Indonesia,
untuk membantu para mahasiswa Muslim memahami nilai toleransi
dan menolak ekstremisme; melakukan survey luar biasa mengenai
gerakan dan teks tasawuf Indonesia; dan menerjemahkan teks-teks
yang dikatakan terbaik dari bahasa Jawa asli dan lainnya ke
dalam bahasa Indonesia kontemporer.
|
Yayasan Darmokusumo (the "Flower of Dharma Foundation")
berkantor pusat di Yogyakarta.
Misinya adalah untuk memberi kursus-kursus dalam
spiritualitas Jawa dan Muslim kepada publik Indonesian—dengan
fokus utama kepada para elit pembuat kebijakan dan pemuda—dengan
cara demikian menghidupkan kembali praktik-praktik spiritual
Jawa tradisional yang membangkitkan kedamaian batin dan
toleransi. Dwijo Martani, ditampilkan di sini,
adalah salah seorang ahli Jawa, dan anggota LibForAll.
Yayasan Darmokusumo juga mempromosikan kesadaran tentang
bagaimana tradisi toleransi religius Jawa menyajikan suatu
bentuk kultur besar, nilai agung kepada Indonesia
dan dunia.
|
 |
 |
Sekelompok pustakawan dari istana Sri Sultan Hamengkubuono
X (kiri, bersama CEO LibForAll) telah membantu riset kami
tentang Islamisasi Jawa pada abad ke-16, ketika Muslim Jawa yang
toleran,
berkecenderungan-tasawuf mengalahkan generasi ekstremis
militan yang lebih awal, yang sangat mirip Osama
bin Laden dan al-Qaeda. Cerita kemenangan Java
atas kaum radikal dituturkan dalam
Babad Tanah Jawi, yang
telah LibForAll Foundation terjemahkan ke dalam bahasa
Indonesia kontemporer yang puitis, sebagai bagian dari kampanye
kami mendukung kultur-kultur Islam lokal, pribumi yang terancam
oleh ekstremisme religius. |
Pendidikan untuk melawan
ekstremisme religius: LibForAll Foundation menyediakan beasiswa
yang memungkinkan anak-anak miskin menerima suatu kualitas pendidikan yang mengajarkan toleransi, kehormatan, dan nilai
setiap individu,
dan hormat kepada keyakinan yang berbeda, sambil menyiapkan
mereka untuk berhasil di dunia modern. Baru-baru ini kami
mendukung anak-anak yatim dan anak-anak miskin lainnya di Jawa
Tengah, Yogyakarta dan propinsi Banda Aceh yang dilanda tsunami."Dalam lima tahun sejak jatuhnya Suharto, orang-orang Saudi
telah meningkatkan kehadiran mereka secara dramatis di Indonesia,
berusaha mengulang keberhasilan mereka melakukan radikalisasi
pada rakyat Pakistan dan Afganistan.... Perekrutan al-Qaeda di Indonesia
datang dari sekolah-sekolah yang didanai Saudi. Dalam banyak
kasus, anak-anak miskin tidak punya akses pada pendidikan umum dan
sekolah-sekolah religius hanya memberi mereka kesempatan
untuk belajar dan menulis. Begitu berada di sana anak-anak muda
itu diarahkan sesuai kemauan mereka untuk melakukan kekerasan
dan mengembangkan kebencian." ~ Wall Street Journal
|
 |
 |
LibForAll Foundation juga bekerja sama dengan
musisi pop seperti para anggota Dewa
untuk melawan ideologi ekstremisme di negeri Muslim terbesar
dunia ini. |
| LibForAll Foundation aktif membangun jaringan
dan membantu menghubungkan Muslim moderat dan progresif di Indonesia,
untuk saling mendukung dengan yang lain di depan kritik
keras para ekstremis religius yang didanai dengan baik. Untuk
informasi lebih lengkap,
kunjungi halaman-halaman Berita dan
Rahmatan lil 'Alamin
Network
kami. |
 |
|
|
Aktivitas-aktivitas ini termasuk
sebuah program Jaringan
Pluralis terkemuka yang para partisipannya sangat mengakar
di masyarakat lokal, dan bisa sangat berpengaruh pada
perkembangan Islam di masa depan tidak hanya di Indonesia, tapi
juga di seluruh dunia. |
Dalam dunia publikasi, kami juga membantu
menerjemahkan karya-karya terbaik Muslim progresif Indonesia
ke dalam bahasa
Arab dan Inggris—dan menerbitkannya
secara gratis di internet, sebagaimaan juga dalam bentuk
buku tradisional. Proyek-proyek kami termasuk karya
berpengaruh ini (Islam, the State and Civil Society),
yang mewakili pemikiran terbaik Indonesia kontemporer
mengenai topik penting pada masa depan kebebasan dan
demokrasi di seluruh dunia Muslim.[]
|
 |
Printer Friendly Version of This Page
|
|