Thank you for coming today. I also wish to
thank His Excellency Kyai Haji Abdurrahman Wahid, for
hosting this event at the Nahdlatul Ulama’s central office.
My name is C. Holland Taylor, and I’m the CEO of Libforall
Foundation. Our mission is to promote the culture of
liberty, tolerance and justice, with a particular focus on
Indonesia and the Islamic world.
Our focus on
Indonesia is rooted in the belief that this nation is
destined to serve as an inspiration for people of good will
searching for peace and tolerance in a deeply divided and
conflicted world.
Among scholars
of Islam, Indonesia has a reputation as the most liberal and
tolerant of all Muslim countries. Unfortunately, in recent
years, this reputation has been threatened by bombing
incidents and the violence in Sulawesi and the Malukus.
Rather than look upon Indonesia as a source
of spiritual wisdom and guidance for the rest of the world,
foreigners all too often believe that Indonesia is plagued
by religious extremism and terrorist attacks that make it
unsafe to invest here, or even visit.
This, in turn, threatens the welfare and
prosperity of all Indonesians, as investment capital flows
to other countries that are perceived to be more tranquil
and secure.
President
Yudhoyono is working to reduce corruption and provide a
secure environment for all Indonesians, and their foreign
guests. We applaud SBY on his efforts and wish him and his
administration much success.
However, we
feel it’s also important to inform Western audiences—and
investment decision makers—that Indonesia is a land where
ancient traditions of peace, inner spirituality, religious
pluralism and tolerance are alive and well, as leading
cultural figures work to reduce religious extremism inspired
by foreign elements.
That is why
Libforall Foundation is working with Ahmad Dhani and the
members of Dewa to promote Indonesia’s good name, in America
and other Western countries. Later this summer, we will
conduct a press campaign to present Dewa and their album
Laskar Cinta to the American public as a revival of the
Indonesian/Javanese tradition of religious diversity and
tolerance. In fact, Laskar Cinta may be among the
most significant projects to promote the culture of liberty
and tolerance undertaken anywhere in the Muslim world in
recent years.
We have chosen
to work with Dewa because of the excellence of their music,
the sincerity of their beliefs, and their courage to speak
out in favor of peace and tolerance in a world all too often
divided by violence and hatred.
Ahmad Dhani is a Sufi Muslim,
whose love for God and for Islam is evident in his music,
and to all who know
him. Once is a Christian, whose love for God is
equally clear and strong. The other members of Dewa are
also devout Muslims who value their faith, while respecting
those who worship or believe differently.
We believe that Dewa represents all that is best in the
Indonesian tradition of religious tolerance and diversity.
The songs on
Laskar Cinta continue the venerable Sufi tradition of
worshipping God through profound love poetry, set to
contemporary music. Their lyrics call upon Indonesians of
every age, faith and ethnicity to unite in fulfilling this
great land’s destiny, so that—filled with peace, prosperity
and justice—it can serve as an example to all the world.
At this time,
I am honored to present the Libforall Award to the members
of the group DEWA—Dhani, Once, Andra, Tyo and Yuke—and ask
His Excellency Kyai Haji Abdurrahman Wahid to join me in
doing so, as Libforall Foundation’s patron and advisor.
We give this
award in recognition of Dewa’s outstanding contribution to
world peace, by communicating the values of spiritual love,
freedom and tolerance to millions of listeners in Indonesia
and abroad.
|
The Speech as delivered
in Indonesian:
Terima kasih atas kedatangan
Anda hari ini. Terima kasih juga pada Kyai Haji Abdurrahman
Wahid, sebagai tuan rumah yang menerima kami di kantor PBNU.
Nama saya C. Holland Taylor, CEO Libforall Foundation.
Libforall adalah sebuah yayasan Amerika, dengan tujuan
memperluaskan kebebasan sipil dan ekonomik, toleransi agama
dan keadilan di seluruh dunia, dengan focus khusus pada
Indonesia dan negara-negara Muslim.
Fokus kami pada Indonesia berakar dalam
kepercayaan bahwa negara ini ditakdirkan menginspirasi
orang-orang yang mencari kedamaian dan toleransi
agama di dunia ini, yang sering tercabik-cabik konflik dan
kekerasan.
Pendapat ahli
sejarah Islam, Islam di Indonesia mempunyai reputasi sebagai
yang paling liberal dan toleran di seluruh dunia. Sayangnya,
beberapa tahun ini, reputasi tersebut terancam oleh insiden
bomb dan kekerasan di Maluku dan Sulawesi.
Lebih
memandang Indonesia sebagai sumber kebijaksanaan spiritual
dan petunjuk untuk negara-negara lain, orang asing biasanya
percaya bahwa Indonesia terganggu oleh aktivitas kelompok
radikal dan serangan terroris yang menghilangkan keamanan
untuk berinvestasi maupun hanya mengunjungi Indonesia.
Ini
mengancam kemakmuran dan kesejahteraan semua rakyat
Indonesia, karena modal investasi mengalir kepada negara
lain yang dipandang lebih
aman dan damai.
Presiden
Yudhoyono berjuang mengurangi korrupsi dan memberikan
lingkungan aman pada semua rakyat Indonesia, dan tamu warga
negara asing juga, sebaik mungkin. Kami menghargai upaya
SBY dan berdoa untuk kepemerintahnya akan berhasil dengan
proyek ini.
Meskipun, kami
merasakannya penting juga memberitahukan masyarakat negara
barat—termasuk para pengambil keputusan investasi—bahwa
Indonesia adalah Tanah Air dimana tradisi kuno penuh
kedamaian, spiritualitas, agama-agama dan toleransi masih
hidup secara kuat, selama tokoh budaya memberi teladan
berusaha mengurangi atau bahkan menghilangkan pikiran
radikal yang diinspirasi elemen-elemen asing.
Oleh sebab itu,
Libforall Foundation bekerja sama dengan Ahmad Dhani dan
anggota-anggota Dewa untuk mempromosikan nama baik
Indonesia, di Amerika dan negara-negara barat lain. Pada
musim panas nanti, kami akan menyalurkan kampanye PR untuk
memperkenalkan grup Dewa dengan album Laskar Cinta
pada masyarakat Amerika. Kami akan menyalurkannya sebagai
kebangkitan kembali tradisi Jowo dan Indonesia atas
spiritualitas dan toleransi, dan juga sebagai salah satu
proyek paling signifikan yang mempromosikan kebudayaan
toleransi dan kebebasan yang diusahakan dimanapun saja di
dunia Islam beberapa tahun ini.
Kami telah
memilih untuk bekerja dengan Dewa karena keunggulan musik
mereka, ketulusan kepercayaan mereka, dan keberanian mereka
mendukung kedamaian, spiritualitas sejati dan toleransi
agama di dunia ini, yang sering dicabik oleh kekerasan dan
kebencian manusiawi.
Kami melihat
bahwa Ahmad Dhani adalah seseorang yang berjiwa Islam Sufi.
Cinta sucinya pada Allah dan agama Islam jelas sekali dari
syairnya, dan juga untuk semua orang yang kenalnya.
Once
adalah seseorang Kristen, dengan cinta suci
pada Tuhan yang juga sama kuat dan jelas. Anggota Dewa yang
lain adalah orang Muslim pula, yang setia pada agama mereka,
tapi tetap menghormati orang yang memeluk atau percaya
secara berbeda.
Kami percaya bahwa Dewa mewakili semua yang terbaik dalam
tradisi Indonesia yang toleran dan menerima perbedaan agama.
Lagu-lagu
Laskar Cinta mengalirkan tradisi mulia Islam Sufi
mengagungkan Tuhan lewat syair cinta tinggi, dikemas dalam
musik kontemporer. Liriknya memanggil orang Indonesia semua
umur, agama dan etnik bersatu supaya memenuhi takdir Tanah
Air agung ini, sehingga—dipenuhi kedamaian, kesejahteraan
dan keadilan—Indonesia menjadi contoh untuk seluruh dunia.
Saat ini, saya
rasa terhormat memberi Libforall Award pada para anggota
grup Dewa—Dhani, Once, Andra, Tyo dan Yuke—dan minta Kyai
Haji Abdurrahman Wahid, sebagai sesepuh dan penasehat
Libforall Foundation, memberikan penghargaan tersebut
bersama saya.
Kami memberi
award ini sebagai pengakuan kontribusi luar biasa Dewa pada
kedamaian dunia ini, melalui kommunikasi cinta spiritual,
kebebasan dan toleransi kepada jutaan pendengar di Indonesia
dan luar negri. |